Waspadai, Penipuan Berkedok Sumbangan

 273 total views,  2 views today

Ilustrasi | Dok KS

Ilustrasi | Dok KS

BANYUASIN – Berhati-hatilah saat memberikan sumbangan. Sebab bukan tidak mungkin, sumbangan anda tersebut justru dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi oleh oknum tertentu. Pelajaran inilah, yang dipetik oleh masyarakat Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin.

Warga melaporkan  Hairul (42)  dan Khairudin (34), keduanya warga Pematang Harapan, Desa Riang Bandung, Kecamatan Madang Suku II, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

Keduanya dilaporkan karena diduga menggalang dana dari masyarakat, untuk  kepentingan pribadi. Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, Selasa (15/7),  keduanya menggalang dana dari warga di Kabupaten Banyuasin.

Modusnya, dengan mengatasnamakan Yayasan Putra dan Putri Indonesia (YPRI), sebuah yayasan sosial, kemarin keduanya menggalang dana dari masyarakat. Dalam aksinya, mereka mendatangi rumah kepala desa (kades) seraya menyerahkan proposal dan blangko sumbangan serta kartu anggota YPRI.

Harapannya, kades yang mereka datangi bisa mengkoordinir sumbangan dari warga. Namun, kemarin saat beraksi di Desa Bukit, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, petualangan mereka harus berakhir.

“Kami curiga, dengan gelagat keduanya. Makanya, keduanya diamankan di rumah kepala desa (kades) kemudian diserahkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Betung,” ungkap salah satu warga.

Kepala Kepolisian Resort (Polres) Banyuasin, AKBP Ahmad Iksan yang dikonfirmasi melalui Kepala Polsek Betung, AKP Sodri Juraimi, membenarkan pihaknya menerima laporan para kades tentang ada dua pelaku penipuan berkedok sebagai pengurus sebuah yayasan.

Dikatakannya, didalam pemeriksanya kedua pelaku tersebut mengakui kalau yayasan itu fiktif, sementara hasil dari aksinya sebagian dikirim untuk anak istrinya. “Kini kedua pelaku diamankan di mapolsek, termasuk barang bukti (BB) milik pelaku berupa proposal, uang tunai Rp 360 ribu serta kartu nama anggota yayasan. Keduanya kita jerat dengan pasal 378 KUHP, dengan ancaman kurungan lima tahun penjara, ” tukasnya.

 

TEKS              : DIDING KARNADI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster