Rokok Bergambar Seram Tak Banyak Beredar

 278 total views,  2 views today

Ilustrasi Rokok dengna Kemasan Terbaru yang disertai pesan bergambar | Dok KS

Ilustrasi Rokok dengna Kemasan Terbaru yang disertai pesan bergambar | Dok KS

PAGARALAM – Kemasan rokok bergambar menyeramkan yang diwajib ditampilkan pada bungkus rokok belum begitu marak beredar di Bumi Besemah ini. Melainkan banyak beredar produk dengan kemasan lama atau model lama tanpa bergambar.

Usman, salah satu pedagang rokok di seputaran Tebat Baru Ilir Kota Pagaralam mengatakan di kedainya belum terlalu banyak rokok bergambar tersebut.  Hal itu bukan lantaran dirinya tidak mau menerima rokok berkemasan lama, tapi memang dari agen ke pengecer masih berupa rokok kemasan  lama.

“Bisa jadi agen tersebut mau menghabiskan stok lama dulu, kemudian kiriman berikutnya sudah rokok bergambar itu,” terangnya,  seraya mengaku ia sudah melihat bungkus rokok bergambar tersebut.

Lain halnya dengan Lekat (47) warga Pagar Jaya Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan mengaku sudah ada beberapa rokok yang bergambar menyeramkan itu. Namun, ia  mengakui tidak begitu berpengaruh pada penjualan maupun pemakai rokok (perokok). Karena para pembeli tetap saja membeli rokok dan tidak peduli pada gambarnya.

“Memang belum banyak kemasan  rokok bergambar seram itu. Tapi, meski pun diberi gambar seram atau gambar apapun belum ada saya mendengar orang berhenti merokok karenanya,” kata Lekat,

Terkait  belum banyaknya rokok bergambar menyeramkan itu beredar di Pagaralam, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM (Disperindagkop UKM) Rahmat Madroh mengatakan, kemungkinan memang yang dijual masih stok lama. Namun ia meyakini, dalam waktu dekat ini kemasan rokok bergambar menyeramkan itu akan banyak ditemukan.

“Hal itu sesuai  PP Nomor 109 tahun 2012 yang isinya mewajibkan perusahaan rokok mencantumkan gambar dan tulisan peringatan bahaya merokok sejak 24 Juni lalu. Sehingga diyakini  tidak akan ada perusahaan rokok yang berani menentang bila tidak ingin dikenakan sanksi penjara 5 tahun kurungan dan denda Rp 500 juta,” singkatnya.

 

TEKS   : ANTONI STEFEN

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster