Jika Petugas Nakal, Lapor ke PLN

 312 total views,  2 views today

Pemasangan Amper Listrik PLN | Dok KS

Pemasangan Amper Listrik PLN | Dok KS

EMPAT LAWANG – Muncul dugaan oknum petugas PLN kerap melakukan pungutan liar (pungli), dalam pemasangan ampere listrik bagi pelanggan baru, mendapat tanggapan serius manajemen PT PLN Cab Lahat Rayon Tebing Tinggi.

“Kalau ada petugas PLN nakal, silahkan lapor ke PLN !. Sejauh ini hasil investigasi belum ada pembuktian terkait masalah tersebut,” tegas Kepala PLN Rayon Tebing Tinggi Wisnu, melalui supervisor Randi, kemarin.

Diakuinya, dugaan disampaikan masyarakat melalui LSM beberapa waktu lalu belum ada bukti. Managemen PLN sudah melakukan investigasi dan mengumpulkan informasi terhadap jajaran petugas dilapangan. Hasilnya, tidak ada petugas PLN Tebing Tinggi melakukan Pungli penyambunga listrik baru, dengan biaya mencapai Rp 5 juta yang ditudingkan.

“Kita klarifikasi dan mengumpulkan informasi, bahwa tidak ada oknum petugas PLN Tebing Tinggi melakukan pungli,” jelas Randi seraya berharap masyarakat dan pihak-pihak lainnya bisa bekerjasama dengan PLN Tebing Tinggi, agar segera melaporkan ke PLN jika ada oknum-oknum yang mengaku dari PLN Tebing Tinggi melakukan pungli.

Namun, jika melaporkan harus disertai dengan bukti kuat, bukan hanya sekedar cerita dari mulut ke mulut atau hanya isu saja. Sebagai jaminan, PLN bersedia merahasiakan identitas pelapor. “Kalau ada bukti, tentu tidak akan segan diberikan sanksi,” katanya.

Kedepan sebutnya, mengantisipasi terjadinya pungli pada saat penyambungan aliran listrik baru, masyarakat bisa datang langsung ke kantor PLN Tebing Tinggi atau bisa langsung mendaftar ke nomor (0702) 123, dengan mempersiapkan persyaratan berupa KTP dan Rekening Listrik tetangga terdekat. “Proses tidak akan dipersulit jika administrasi lengkap, dipastikan tidak ada pungli apapun,” ucapnya.

Informasi sebelumnya, masyarakat Empat Lawang resah, menyusul ulah oknum petugas PT PLN WS2JB Cabang Lahat Ranting Tebing Tinggi diduga melakukan pungli, pemasangan ampermeter pelanggan baru.

Ironis, pemasangan tersebut melebihi angka telah ditetapkan dengan harga fantastis mencapai Rp 5 juta. Hal dimaksud adalah Temuan LSM Revolusioner perwakilan Empat Lawang, di beberapa desa.

“Kita menduga pungli dengan pembesaran biaya pemasangan listrik itu telah lama, tetapi beberapa bulan ini kita baru dapat buktinya. Kita telah menerima laporan dari warga,” ungkap perwakilan LSM Revolusioner, Emed.

LSM ini berharap, agar kejadian ini menjadi perhatian khusus bagi managemen PLN Tebing Tinggi. Apalagi  sebut Emed, menyalahi  keputusan Direksi PT.PLN No.225 K/010/DIR/2000 tanggal.5 Oktober 2000 tentang hukum disiplin terhadap pelanggaran tertentu.

Emed meminta manajemen PLN menindak tegas ulah oknum tersebut, sebab telah merugikan masyarakat itu sendiri. Bukan hanya itu, bisa jadi warga ogah memasang listrik gara-gara tarif pemasangan ampere meter baru terlalu tinggi.

 

TEKS              : SAUKANI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster