Fisik Punggawa SFC Meningkat

 233 total views,  2 views today

Coach SFC (Subangkit) Sedang Memberikan Arahan Kepada Pemain SFC

Coach SFC (Subangkit) Sedang Memberikan Arahan Kepada Pemain SFC

PALEMBANG – Setelah dua pekan menggenjot latihan fisik penggawa Laskar wong Kito, terhitung 1 – 15 Juli 2014, juru latih Sriwijaya FC Subangkit melihat adanya peningkatan fisik pada setiap anak asuhnya.

Seperti diketahui, jajaran pelatih memulai latihan fisik dengan jadwal sore dan malam hari. Kalau sore digelar di lapangan Stadion Madya Bumi Sriwijaya, Palembang. Sementara untuk malam difokuskan ditempat kebugaran (fitnes).

Namun, seiring waktu berjalan, ada pegeseran nilai terhadap latihan pada sore hari di mata Subangkit. Pelatih asal Pasuruan ini melihat, jika latihan sore tidak begitu maksimal lantaran mayoritas pemain SFC tengah menjalankan puasa sehingga difokuskan pada latihan taktik.

Akhirnya, ia pun mengambil kebijakan untuk menambah latihan fisik di malam hari diakhir minggu kedua, dengan memanfaatkan lapangan futsal selain latihan di tempat kebugaran.

“Tentunya setelah dua pekan latihan ada progress, terutama kondisi fisik pemain. Karena pada fase ini kita memang fokus latihan fisik. Walau saya lihat tidak terlalu signifikan, karena di bulan puasa,” kata Subangkit.

Saat ditanya, siapakah pemain yang memiliki nilai fisik yang menonjol serta bisa dikatakan terendah. Mantan pelatih timnas U-16 itu enggan berkomentar. “Tidak etis, yang jelas setiap pemain ada peningkatan fisik,” tandasnya.

Sementara itu, pelatih fisik Dino Sepriyanto mengatakan, secara visual perkembangan penggawa SFC cukup signifikan,ini terlihat dari gerak ekplosif pemain selama latihan,sedangkan secara ilmiah recoveri pemain saat ini lebih cepat pasca melalukan program latihan inti.

“Ini menurut data yang saya pasang secara Digital ke salah satu pemain secara acak(rendom) pada saat latihan, alat itu namanya Polar,” ujar Dino.

Salah satu yang mempengaruhi cepatnya recovery, lanjut Dino, lantaran pemain saat ini tengah berpuasa.

“Memang latihan di bulan puasa volumenya rendah atau sedang, karena glukosa pemain yang sedang puasa itu menurun. Ini disebabkan karena pemain berpuasa selama 16 jam,dan kadar oksigen yang ada di tubuh otomatis berkurang dan kalau di paksakan berlatih dengan volume tinggi, pemain akan mengalami dehidrasi,” jelas mantan pelatih fisik Persib Bandung itu.

 

TEKS   : IQBAL
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster