Terkait Kekalahan Jokowi-JK di Palembang, ESP Salahkan Romi

 259 total views,  2 views today

Eddy Santana Putra ( Ketua PDIP Sumsel )

Eddy Santana Putra ( Ketua PDIP Sumsel )

PALEMBANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, belum melakukan rekapitulasi suara Pemilihan Presiden (Pilpres), 9 Juli lalu. Namun hasil real count yang dilakukan DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan (Sumsel), pasangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK), harus mengakui keunggulan pasangan Prabowo-Hatta Radjasa di Palembang.

Dari formulir C1 yang dikumpulkan PDI Perjungan Sumsel, dari semua saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS), tercatat ada 1.144.014 suara sah di Kota Palembang. Dari jumlah suara tersebut, pasangan Prabowo-Hatta mendapatkan 406.242 suara atau 52, 44 persen sementara pasangan Jokowi-JK 368.435 suara atau 47,56 persen atau selisih 4,88 persen.

Kekalahan Jokowi-JK di Palembang, yang selama ini menjadi basis bagi PDI Perjuangan tersebut dituding Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK Sumsel, Eddy Santana Putra dituding Eddy, Romi lah biang keladinya.

Romi yang juga Wali Kota Palembang dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Palembang sekaligus Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK di Palembang menurut Eddy, tidak konsentrasi sehingga pasangan nomor urut 2 tersebut kalah tipis dibandingkan rivalnya pasangan nomor urut 1.  “Palembang mengalami kekalahan tipis, dugaan kuat karena Romi pecah konsentrasi menjalani kasusnya,” kata Eddy ketika dibincangi, Senin (14/7).

Walau pun kalah di Palembang namun kata Eddy, Jokowi-JK unggul di lima kabupaten/kota di Sumsel. “Jokowi-JK unggul di Musi Rawas, Muaraenim, Prabumulih,  Muba dan Banyuasin,” ungkap Eddy.

Terpisah, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumsel, M Aliandra Pati Gantada menegaskan status Romi Herton, setelah resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini, masih sebagai kader PDI Perjuangan dan menjabat sebagai Ketua DPC Kota Palembang.

Namun terang Gantada, PDI Perjuangan Sumsel saat ini tengah mengkaji persoalan yang dihadapi Romi tersebut. Tetapi tegas Gantada, itu bukan berarti Romi akan dilengserkan dari jabatannya, sebagai ketua partai berlambang banteng gemuk dalam lingkaran itu di Kota Palembang.

“Bila nanti status Romi Herton akan berlarut dan mengganggu kinerja partai, maka akan digelar rapat dan dicarikan solusi terbaik. Bagaimana solusinya, nanti akan kita cari jalan terbaik,” ucap Gantada.

 

TEKS              : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster