Sepuluh Perampok Bersenpi Satroni Rumah Kades

 330 total views,  2 views today

 

PALEMBANG – Meri Irawan (39), Kepala Desa Harapan Mulaya, Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim bersama Kailani (60) Pemuka Desa Harapan mendatanggi Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (14/7) sekitar pukul 12.30 WIB.

Kedatanganya guna melaporkan kejadian perampokan yang terjadi Desa Harapan Mulya, Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim, Senin (14/7) sekitar pukul 03.00 WIB, dengan korban keluarga Sosroami Joyo (40).

Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian uang tunai Rp5 juta dan 10 suku emas, selain itu korban Sosroamijoyo mengalami patah kaki akibat dianiaya oleh pelaku.

Sementara Mirawati megalami luka memar di bagian pungung dan Sindi mengalami luka lebam pada bagian paha, dan ketiganya saat ini menjalani perawatan di Puskesmas desa setempat.

Namun laporanya di Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) belum bisa diterima dikarenakan pihaknya sudah membuat laporan ke Polsek Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.

Berdasarkan keterangan Kailani perampokan terjadi saat keluarga korban sedang tertidur pulas, saat itu pelaku yang diketahui berjumlah 10 orang tersebut masuk rumah korban dengan memanjat dinding bagian belakang rumah korban.

Setelah berhasil masuk pelaku langsung menyandra Sosroami Joyo (40) dan istriya Mirawati (33) dan anaknya Sindi (19) sementara dua anaknya Fahri (5) dan Ajib (8) yang tidur terpisah dengan orang tuanya berhasil melarikan diri.

Dari dua anaknya yang melarikan diri tersebut warga yang megetahui jika ada perampok yang berada di kediaman Sosroami Joyo, menegetahui hal tersebut warga langsung menlakukan pengrebekan namun pelaku yang di ketahui mengunakan senpi dan pedang berhasil melarikan diri.

Kailani mengatakan jika kurun waktu dua tahun sudah 12 kali terjadi perampokan di desanya dengan modus yang sama,

“Sudah 12 kali terjadi perampokan dan modusnya sama, pelaku bukan mengetok pintu rumah korban namun masuk ke rumah korban terlebih dahulu baru melakukan penyandraan kepada korbanya,” kata Kailani.

Sementara itu Meri Irawan (35) mengatakan jika masyarakat berharap di kecamatanya bisa didirikan Polsek atau pospol agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

“Di Kecamatan kami itu belum ada Polsek, kami harap bisa dibangun polsek, dan jika harapan kami ini bisa di terima maka kami siap menghibahkan tanah untuk tempat pembagunan tersebut,” kata Meri.

 

TEKS   : Oscar Ryzal

Editor   : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster