Saran Kone untuk PSSI

 284 total views,  2 views today

Lancine Kone, | Foto ; Iwan Cheristian

Lancine Kone, | Foto ; Iwan Cheristian

PALEMBANG – Terkait pengurangan jumlah pemain asing, dari empat orang menjadi tiga orang oleh Persatuan Sepakbol Seluruh Indonesia (PSSI) terhadap klub yang berkompetisi di Indonesia Super League (ISL) di musim depan, Legiun asing Sriwijaya FC, Lancine Kone memberikan pandangannya terhadap keputusan PSSI yang menetapkan regulasi pemain asing  yang justru lebih sedikit tersebut.

Menurutnya, memang pada dasarnya ketentuan tersebut hak  PSSI sebagai induk sepakbola di Indonesia untuk mengatur segala sistem yang ada dalam kompetisi. Tentunya PSSI membuat aturan itu karena banyak pertimbangan. Namun sangat disayangkannya bila pemain asing harus dikurangi.

Kendati begitu, ekspatriat asal Pantai Gading ini tetap menghargai segala aturan yang sudah dicetuskan serta  disepakati oleh pihak-pihak terkait.

“Saya pikir (pengurangan pemain) itu bukan solusi untuk  membantu sepakbola Indonesia. Kalau saya melihat,  semua liga kuat di dunia itu pakai banyak pemain asing. Semua liga di Asia saja tambah pemain asing. Tidak tahu kenapa sekarang PSSI mau pakai tiga pemain asing saja?,” kata Kone sambil bertanya.

Seperti diketahui, PSSI sendiri memutuskan ini demi memberi ruang lebih banyak kepada pemain lokal. Dengan banyaknya kans pemain lokal untuk bermain di klub, tentunya PSSI mengharapkan sebuah peningkatan terhadap kualitas pemain lokal agar semakin banyak pula pilihan pemain untuk diproyeksi ke timnas. Dengan kata lain, PSSI ingin pemain-pemain Indonesia dapat bersaing untuk masuk bagian dari timnas.

Kone pun memberikan saran kepada PSSI yang menurutnya lebih bijaksana.

“Saya pikir lebih baik  PSSI mendorong  klub untuk  memberikan gaji yang sesuai  dan memberi sanksi nyata terhadap klub yang tidak memabayar gaji. Jadi jika seperti itu,  tim yang tidak memiliki anggaran tidak dapat mengambil pemain. Kalau  mereka benar-benar mencari pemain asing yang bagus, harus dibayar  dengan bayaran yang baik pula. Mungkin itu yang benar-benar baik buat sepakbola Indonesia,” ungkapnya.

“Gaji saya di  Deltras Sidoarjo masih lima bulan belum dibayar. Tapi mereka masih main di liga, saya pikir PSSI harus benar-benar jujur dan berikan sanksi,” tutupnya.

 

TEKS  : IQBAL

EDITOR  :  RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster