Perusahaan Wajib Bayarkan THR

 259 total views,  2 views today

Ilustrasi THR

Ilustrasi THR

INDERALAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Ogan Ilir (OI), melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), menegaskan, kepada seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Ogan Ilir  (OI) wajib memberikan Tunjangan Hari Raya (THR), kepada karyawannya paling lambat 7 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1435 H.

Hal itu ditegaskan Kadisnakertran OI, Wilson melalui Kabid Hubungan Industri dan Pengawasan Tenaga Kerja Disnakertras OI, Hj Merry Rosita, Senin (14/7), kemarin.

“Kami sudah keluarkan surat edaran kepada perusahaan yang ada di OI,  agar memberikan THR kepada karyawannnya. Edaran itu No. 560/459/TETTRA.III/2014 tentang pelaksanaan tunjangan THR keagamaan. Ini menindaklanjuti surat dari Direktorat Jenderal PHI dan Jamsostek, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), RI, dan Disnaker Propinsi Sumatera Selatan,” ujar Merry.

Merry menambahkan, perusahaan diwajibkan mengeluarkan THR kepada pekerja atau buruh masa kerja 12 bulan dengan satu bulan gaji, masa kerja tiga bulan secara berturut-turut atau kurang dari satu tahun.

Menurut Merry, penetapan besaran THR yang harus dikeluarkan oleh perusahaan tergantung dari kesepakatan perusahaan tersebut serta kesepakatan kerja.

“Selain itu mengacu pada peraturan perusahaan dan kesepakatan kerja bersama. Kami menghimbau kepada perusahaan agar memberikan THR kepada karyawannya paling lambat 7hari sebelum lebaran,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ogan Ilir, Drs H Iklim Cahya, MM juga mendesak agar pihak perusahaan yang ada di Ogan Ilir menyalurkan THR kepada karyawannya.

“Ini sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk membayarnya kepada kepada karyawan/buruh paling lambat H-7 sebelum Hari Raya Idul Fitri,” ujar Iklim.

Menurut Iklim, pembayaran THR merupakan hal yang normatif yang diatur oleh peraturan Menteri Tenaga Kerja RI. “Ini wajib dilaksanakan oleh setiap perusahaan baik perusahaan swasta maupun milik Negara/daerah,” ungkapnya.

Ia menambahkan,  diwilayah Bumi Caram Seguguk banyak sekali perusahaan besar maupun kecil seperti Pabrik Gula PTPN VII Cinta Manis, PT BRK, PT BSP, PT Rusli Taher, PT Gembala Sriwijaya, PT DKU, PT SPF, PT ESA dan lain-lain.

“Selain itu, ada juga sejumlah rumah makan atau restoran besar, perusahaan usaha penambang pasir, batu bata, serta penggilingan padi di Kecamatan Pemulutan dan Tanjung Raja,” bebernya.

Untuk memastikan kepatuhan perusahaan dalam membayarkan THR, Iklim Cahya mengajak dan meminta kepada pihak-pihak terkait seperti Disnakertrans Ogan Ilir dan Komisi IV DPRD OI untuk melakukan monitoring dan pengawasan.

“Saya juga mengajak kepada organisasi seperti Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan juga kepada pekerja media/pers untuk sama-sama mengawasi perusahaan dalam pemberian THR,” ajaknya.

 
Teks : Junaedi Abdillah

EDITOR: SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster