Pembangunan Monorel Tunggu Hasil Studi Untuk Monorel

 246 total views,  2 views today

Ilustrasi Monorel | Riandito.wordpress.com

Ilustrasi Monorel | Ist

PALEMBANG – Realisasi pembangunan monorel di Palembang, dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II sampai ke Jakabaring, masih menunggu hasil studi multi bisnis, multi modal dan pra qualifikasi untuk menentukan bisnis plan monorel.

“Multi bisnis adalah studi tentang kegiatan-kegiatan yang mendukung monorel, dari aspek bisnis. Karena secara umum, monorel yang merupakan transportasi massal dan bukanlah bisnis yang menguntungkan. Makanya rencananya harus dibuat Transit Oriented Development (TOD), untuk menutupi biaya operasional monorel tersebut dan untuk pengembalian modalnya,” kata Sekretaris Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishukominfo) Sumsel, Uzirman Irwandi, Senin (14/7).

Menurutnya, hal tersebut bisa melalui gabungan kerjasama dengan swasta, ataupun perusahaan gabungan antara pemerintah dengan operator. Bisa juga melalui BUMD mengingat itu sudah termasuk level pemerintah daerah.

“Setelah itu studi multi modal yaitu keterkaitan monorel dengan moda angkutan lainnya baik darat, air dan udara. Jadi moda angkutannya saling berhubungan dan ini yang sedang dipelajari,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, setelah kedua hal tersebut dilakukan barulah menyusun rencana induk perkerataapian (RIP). “Kalau RIP ini global untuk Sumsel dan bukan hanya monorel saja, melainkan yang lain juga. Tetapi ini wajib dilakukan dan hasilnya diperkirakan September mendatang. Setelah ketiga langkah tersebut ditempuh, barulah pra qualifikasi memasuki tender pada bulan itu juga,” imbuhnya.

Setelah proses tender, lanjutnya, pemenang tender membuat Detail Enginering Design (DED), yang paling cepat diselesaikan selama tiga bulan. “Paling lama sekitar enam bulan, barulah pengerjaan fisik. Tapi itu bukan tugas pemerintah Provinsi Sumsel lagi, kita sebatas tender selanjutnya sudah ke Investor, kalau tender ini terbuka untuk umum. Meski begitu, kita tetap optimis pengerjaan rampung sesuai target di 2025 mendatang,” bebernya.

Dikatakan Uzirman, estimasi total dana pengerjaan monorel tersebut mencapai 550 juta dolar dengan jumlah pengguna mencapai 90ribu penumpang, dalam setiap harinya. “Kalau harga itu pada kisaran 1,5 dollar per penumpang atau pada angka Rp 15 ribuan. Monorel sebagai transportasi umum yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini, khususnya di Sumsel. Karena berdasarkan penelitian yang ada,  Palembang akan mengalami macet total pada 2019 mendatang. Makanya ini segera dilakukan,” tegasnya.

Lintasan Monorel itu sendiri yaitu pada koridor pertama melewati antara Masjid Agung-Jakabaring-Lingkar Selatan. Koridor dua, Jalan Parameswara-Unsri Bukit Besar- Kapten A Rivai- Veteran- Perintis Kemerdekaan- RE Martadinata- Mayor Zen.

Sedangkan koridor tiga di Jalan Demang Lebar Daun- Basuki Rahmat- R Sukamto- Residen Abdul Rozak- Patal Pusri. “Untuk koridor empat, Masjid Agung (Ampera)- Jenderal Sudirman-Bandara SMB II. Jadi yang ingin diwujudkan tahap awal ini yakni monorel dari Bandara SMB II menuju Masjid Agung, sepanjang 15 km dan dari Masjid Agung menuju Jakabaring sekitar 10 km. Total ada sekitar 15 stasiun pemberhentian yang akan dibangun tanpa masinis, monorel ini direncanakan menggunakan tenaga baterai bukan listrik,” jelasnya.

Terpisah, Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel,  Ruslan Bahri mengatakan, dalam proses pembangunan monorel tersebut pihaknya akan mencari investor yang lebih banyak menguntungkan.

“Dinilai menguntungkan itu bukan dengan besarnya tawaran investasi. Namun, mereka yang memang miliki kemampuan, membuat konstruksi yang baik dalam proyek tersebut. Kita cari yang benar-benar optimal, bukan mahal atau yang paling murahnya, bisa jadi ditengah-tengah itu. Ya, tentunya kita melihat agar konstruksinya nanti bisa berkualitas bagus dan nyaman digunakan,”  terangnya.

Ruslan menilai,  proyek tersebut diyakini sebagai salah satu pemecah kemacetan yang terjadi saat ini. “Kita terbuka, siapa saja boleh bergabung asal memang mampu, namun tidak terlalu mahal karena nantinya menanggung beban ongkos transportasi itu. Pemprov Sumsel akan siap terbuka bagi siapa saja yang ingin bersaing dalam menanamkan modal. Bisa jadi itu investor lama atau ada yang lain juga boleh menawarkan diri,”  tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster