Pajak Pecel Lele Ditanggung Pembeli

 893 total views,  2 views today

Warung Pecel Lele | Dok KS

Warung Pecel Lele | Dok KS

PALEMBANG – Rencana pemerintah Kota Palembang yang mengenakan pajak bagi pedagang pecel lele di tepis Syahrul Hepni, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Palembang.

Kata Hepni, pemberlakuan pajak terhadap warung makan kaki lima seperti pecel lele, tidak dibebankan kepada pedagang, melainkan ditanggung pembeli. Hal itu agar tidak memberatkan pelaku usaha.

Asumsinya, kata dia, jika satu porsi pecel lele biasanya seharga Rp 10 ribu, maka saat sudah diterapkan nanti, harganya naik menjadi Rp 11 ribu. Artinya, seribu rupiah tersebut merupakan pajak yang harus dibayarkan kepada pemerintah.

“Untuk pembayaran pajak, bukan ditangung pedagang pecel lele tetapi pembeli,” ungkapnya, Senin (14/7).

Kata dia, pemberlakuan aturan tersebut juga sama dengan yang diterapkan bagi pajak restoran dan rumah makan tetap sebesar 10 persen dari setiap harga transaksi yang dilakukan.

“Tapi ini akan kita atur lagi bagaimana bagusnya. Karena kita tidak ingin ada yang dirugikan,” ucapnya.

Sedangkan Tina, salah seorang pedagang pecel lele seputaran Jalan Jenderal Sudirman Palembang mengaku, apabila pajak itu diterapkan akan akan memberatkan pembeli. Apalagi pajaknya ditanggung konsumen.

“Sekarang ini warung seperti kami makin banyak, jadi banyak pesaing. Kalau dikenakan pajak, takutnya pelanggan berkurang karena harganya akan dinaikkan,” ungkapnya.

Adapun Sarto pemilik pecel lele lainnya menyebutkan, penerapan pajak tersebut akan menambah beban para pedagang meski aturannya ditanggung konsumen. Sebab, pihaknya enggan menaikkan harga karena pembeli akan berkurang.

“Selama ini kami sudah bayar sewa tempat dan keamanan setiap bulan, itu saja sudah beratkan kami,” kata dia tanpa menyebutkan berapa pungutan yang dikeluarkan.

Dijelaskannya, dibanding kota-kota lain, harga pecel lele di Palembang cukup mahal. Untuk satu porsi pecel lele dibanderol Rp 12 ribu, pecel ayam Rp 15 ribu, dan bebek Rp 20 ribu.

“Kalau dikenai pajak, berarti lele jadi Rp 14 ribu, ayam Rp 18 ribu, dan bebek Rp 24 ribu. Wah, harganya lebih mahal lagi. Orang mending beli di restoran dari pada di kaki lima,” tukasnya.
TEKS  : AMINUDDIN

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster