Lulus SD, Belum Bisa Membaca ?

 413 total views,  2 views today

Membaca | Vivanews.co.id

Membaca | Vivanews.co.id

EMPAT LAWANG – Kwalitas pendidikan dasar di Kabupaten Empat Lawang, butuh pengawasan ekstra. Betapa tidak, disinyalir ada beberapa siswa lulusan sekolah dasar (SD), belum bisa membaca dan menulis.

Informasi yang didapatkan Kabar Sumatera, ditemukan beberapa siswa belum bisa membaca dan menulis saat mengikuti seleksi penerimaan siwa baru tingkat SMP dan MTs di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.  “Aneh, kok masih ada siswa yang lulus SD belum bisa membaca dan menulis. Harusnya ini menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan (Disdik),” cetus sumber koran ini,  Senin (14/7).

Kepala Madrasyah Tsanawiyah (MTs) Negeri Tebing Tinggi, Dian Hidayatullah yang dibincangi koran ini terpisah, tidak menampik ada siswa yang tamat SD namun belum bisa membaca dan menulis. “Ya, ada beberapa siswa diduga belum bisa membaca,” kata Dian.

Tetapi Dian tidak ingin menyalahkan siapapun, namun menurutnya permasalahan ini menjadi evaluasi bersama jajaran pendidikan. “Saya bingung, bagaimana bisa lulus SD kalau membaca menulis pun tidak bisa. Sedangkan ujian akhir di SD asal kan, mengerjakan lembar soal tertulis,” cetusnya seraya memastikan tidak bisa menerima siswa yang belum bisa membaca di sekolahnya.

Senada diungkapkan Kepala SMP Negeri 5 Tebing Tinggi, Abdul Rozi. Ia menyebut, ada temuan sekitar dua siswa yang mengikuti seleksi penerimaan siswa baru di SMPN 5 Tebing Tinggi, tidak bisa membaca dan menulis. “Tentu kami tidak menerima lulusan SD seperti itu, harusnya anak tersebut masuk ke sekolah khusus saja,” jelas Rozi.

Terpisah Kepala Disdik Empat Lawang, Agusni Effendi ketika dikonfirmasi menyebut, jika benar ada lulusan SD di Empat Lawang belum bisa membaca dan menulis, berarti ada yang salah itu pada manajemen sekolah tersebut.

Seharusnya tegas dia, SD tidak meluluskan terlebih dahulu siswanya kalau belum tuntas dengan materi utama pelajaran dasar, seperti menulis dan membaca. “Siswa tersebut belum dapat dikatakan tuntas, sepatutnya sekolah tidak meluluskan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Ditambahkannya, inti dari pendidikan dasar itu harus bisa membaca, menulis dan berhitung. Namun jika belum tuntas dari hal tersebut seharusnya sekolah tidak meluluskanya.  Apakah siswa tersebut dianggap memiliki kebutuhan khusus ? Agusni enggan berkomentar.

Sebab menurutnya, yang  pantas memvonis siswa dianggap berkebelakangan mental itu adalah psikolog. “Mungkin saja siswa tersebut malas belajar, sehingga ia tidak bisa membaca atau menulis,” tukasnya.

 

TEKS              : SAUKANI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster