Dewan “Hujani” Pemkab dengan Kritik

 243 total views,  2 views today

BANYUASIN – Delapan fraksi di DPRD Banyuasin menghujani Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin, dengan berbagai kritik. Kritik terhadap kinerja pemkab ini, disampaikan delapan fraksi tersebut dalam rapat paripurna DPRD Banyuasin, Senin (14/7).

Dalam rapat paripurna dengan agenda tanggapan fraksi-fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Banyuasin 2013 tersebut, Fraksi Partai Demokrat misalnya menilai kinerja pemkab dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum maksimal.

Selama ini menurut juru bicara Fraksi Partai Demokrat, Rizal Friadi, untuk menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan, Pemkab Banyuasin masih sangat tergantung dari dana pemerintah pusat baik itu Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Dana Alokasi Umum (DAU).

“Harusnya pemkab, jangan hanya tergantung dari dana pemerintah pusat tersebut. Pemkab harus mampu meningkatkan PAD Banyuasin, masih banyak potensi-potensi PAD di Banyuasin yang belum dikelola,” kata Rizal, kemarin.

Pendapat senada disampaikan Fraksi Partai Hanura. Melalui juru bicaranya, Diah Turis Kameliawati menilai pemkab belum bisa memaksimalkan potensi-potensi PAD untuk membiayai pembangunan di Bumi Sedulung Setudung tersebut.  “Pemkab harus mampu meningkatkan PAD, untuk kepentingan pembangunan di Banyuasin,” terangnya.

Selain itu, fraksi ini juga menyoroti konflik lahan antara masyarakat dengan perusahaan perkebunan.  Diah menyarankan, pemkab harus lebih selektif  untuk memberikan izin alokasi terhadap perusahaan perkebunan sehingga tidak bermasalah kemudian hari.

Sementara itu Fraksi Partai Golkar meminta Pemkab Banyuasin, untuk meningkatkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM). Program ini,  dinilai sangat baik untuk pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Sedangkan Fraksi PDI Perjuangan mengingatkan Pemkab Banyuasin, untuk memperhatikan alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan. Alih fungsi lahan ini dinilai sudah mengkuatirkan, dan bisa mengancam produksi beras di Banyuasin.

 

TEKS              : DIDING KARNADI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster