Stop Perakitan Ojek Gandeng !

 510 total views,  2 views today

Ojek Gandeng | Dok KS

Ojek Gandeng | Dok KS

EMPAT LAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang menyetop perakitan sepeda motor gandeng, yang dijadikan sebagai ojek. Pasalnya angkutan mini bisa disebut khas daerah itu, kian menjamur dan mulai menjadi potensi kemacetan lalu lintas.

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Empat Lawang, kini melakukan penertiban terhadap ojek gandeng tersebut. Salah satu caranya kata Kepala Dishubkominfo Empat Lawang, H Choiri Badri, dengan menyeytop produksi atau perakitannya ojek gandeng di bengkel-bengkel.

Larangan untuk perakitan ojek gandeng terang Choiri, ditegaskan dalam Surat Edaran (SE) Bupati Empat Lawang Nomor 551/22/Dishubkominfo/2013 tentang Larangan atau Penyetopan Perakitan Ojek Gandeng.

“Teguran sudah disampaikan ke bengkel-bengkel, mereka tidak diperkenankan merakit ojek gandeng lagi. Jumlahnya sudah membeludak,”  jelas Choiri didampingi Kabid Kominfo, Apriani, kemarin.

Ketentuan lain sebutnya, berdasarkan pasal 52 Undang- Undang (UU) tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pada pasal 1, jelas diterangkan bahwa modifikasi kendaraan bermotor tidak boleh karena membahayakan keselamatan berlalu lintas, mengganggu arus lalu lintas, serta merusak perkerasan/daya dukung jalan yang dilalui.

Nah, dari pengamatan Dishubkominfo, ojek gandeng terus menjamur sehingga menyebabkan kemacetan arus lalu lintas sehingga berdasarkan UU tersebut, perlu adanya penertiban.  Ia juga menerangkan, penertiban ojek gandeng juga akan dilaksanakan Dishubkominfo bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), Dinas Pasar dan Kepolisian Resort (Polres) Empat Lawang.

“Kita berharap dengan larangan untuk merakit kembali ojek gandeng ini, maka perkembangan ojek gandeng di Empat Lawang tidak semakin banyak,” ujarnya.

Mengenai nasib ojek gandeng saat ini ? Kabid Perhubungan Jalaludin mengaku, belum ada kejelasan trayek atau peraturannya. Namun penertiban ojek gandeng, bakal diatur di Perda ataupun Peraturan Bupati (Perbup).

Artinya akan ada aturan  tegas tentang  trayek ojek gandeng, dan akan dibuat semacam rute sehingga perjalanan ojek gandeng yang terkesan menjadi icon Empat Lawang itu, tidak menumpuk Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di Pasar Tebing Tinggi. “Bisa jadi nanti ojek gandeng tidak masuk ke jalan lintas Pasar Tebing Tinggi,” jelas Jalaludin.

Sementara itu Jamil (36), warga Tebing Tinggi yang dibincangi di kawasan Pasar Tebing Tinggi menyambut baik penertiban ojek gandeng termasuk melarang perakitan ojek gandeng kembali.  “Sangat bagus, jika ojek gandeng ini diadakan penertiban sebab kemacetan di Pasar Tebing Tinggi ini salah satu penyebabnya ojek gandeng ,” tukasnya.

 

TEKS              : SAUKANI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster