KPU Palembang Tunggu Rekomendasi Panwaslu

 314 total views,  2 views today

ilustrasi

ilustrasi

PALEMBANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, masih menunggu rekomendasi sanksi dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu)  terhadap Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) 24 dan 25, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang.

Sanksi tersebut menurut Komisioner KPU Kota Palembang Divisi Teknis Pelaksanaan, Firamon Syakti, dikarenakan diduga KPPS 24 dan 25, Kelurahan Kemang Agung,  dengan sengaja membongkar dan merusak kotak dan segel surat suara.

Firamon menerangkan, Ketua KPPS 24 Asril bersama anggotanya, Jamilah, Suharni, M Agus Tomi Pratama, Dodi Heriyadi, Nurmaladiah, sudah diperiksa oleh Panwaslu Kota Palembang. Begitu juga dengan Ketua KPPS 25, Suwandi.  “Namun sampai saat ini, kami belum menerima rekomendasi dari Panwaslu terkait kasus ini,” kata Firamon ketika dibincangi, kemarin.

Tetapi tegas Firamon, pelanggaran yang dilakukan KPPS 24 dan 25 Kelurahan Kemang Agung tersebut, bukan masuk katagori pidana pemilu. “Pelanggaran yang dilakukan sifatnya pelanggaran administrasi, sehingga sanksinya di non aktif kan atau diberhentikan,” tegasnya.

Namun pemberhentian KPPS tersebut jelas Firamon, bukanlah kewenangan KPU walau pun KPPS, PPS dan PPK adalah penyelenggara pemilu paling bawah.  Tetapi yang berhak memberhentikan mereka sebut Firamon, adalah Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).  “Walau pun begitu, KPPS 24 dan 25, sudah diganti. Tugasnya diambil alih PPS Kemang Agung dan PPK Kecamatan Kertapati,” tukasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya relawan pasangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) nomor urut satu Prabowo Subianto – Hatta Rajasa, menemukan dua kotak suara untuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) 24 dan 25, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang, sudah terbuka, Selasa (8/7) malam.

Dua kotak yang berisi sekitar 500 kertas suara itu ditemukan di rumah seorang Ketua RT setempat. Yanto, relawan Prabowo – Hatta mengatakan, penemuan tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Informasi terakhir, dua kotak suara itu sudah terbuka saat diserahkan ke panitia KPPS 24 dan 25.

Lantaran terbuka, pihaknya curiga surat suara yang ada di dalamnya akan dicoblos untuk pasangan capres tertentu. “Kami temukan dua kotak suara yang sudah terbuka dari rumah ketua RT setempat. Kami curiga akan dicoblos duluan oleh oknum tertentu,” ungkap Yanto

Sementara Aziz Kamis, salah seorang tim pemenangan Prabowo – Hatta di Sumsel mencurigai ada gerakan masif pencurian suara oleh salah satu pasangan capres. “Kami berharap Panwaslu menelusuri soal upaya pencurian suara ini,” tukasnya.

 

TEKS              : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster