Komite Sekolah Boleh Terima Uang Siswa

 212 total views,  2 views today

Ilustrasi.

Ilustrasi. | Ist

PALEMBANG – Komite sekolah diperbolehkan menerima uang partisipasi dari orang tua murid Untuk meningkat fasilitas sekolah negeri unggulan sarana dan prasarana di SMP dan SMA unggulan.

Uang partisipasi atau disebut dengan uang sumbangan dari orang tua murid di perboleh khusus untuk sekolah menengah pertama (SMP) negeri maupun sekolah menengah atas (SMA) negeri. Untuk besaran uang tersebut berdasarkan hasil rapat komite sekolah yang bersangkutan berserta orang tua murid.

Kepala Bidang Kurikulum SMP, SMA/SMK Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikporaa) Palembang Lukman Haris mengatakan, ada beberapa SMP Negeri dan SMA Negeri unggulan diperbolehkan menerima uang partisipasi untuk sarana dan prasaran.

“Tambahan uang partisipasi tersebut untuk menutupi kurangnya Bantuan Operasional Sekolah  dan dana Program Sekolah Gratis provinsi dan kota,” kata Lukman, Minggu (13/7) kemarin.

Komite sekolah unggulan harus membuat rencana nyata dan transparan untuk pengguna uang dari partisipasi orang tua siswa. Penentuan jumlah uang partisipasi diserahkan sepenuh oleh komite sekolah, mulai dari uang sumbangan untuk ajaran siswa baru dan uang sumbangan perbulan.

“Ada 8 SMPN unggulan dan 8 SMAN unggulan. Uang tersebut digunakan secara nyata untuk keperluan sarana dan prasana sekolah. Dan BOS dan PSG tidak bisa menutupi besar biaya yang dikeluarkan sekolah unggulan, seperti SMA N 17 uang pembayaran listrik saja mencapai Rp 70 juta per bulan,” ungkap Lukman.

Bagi siswa yang tidak mampu membayar uang yang sudah disepakati oleh komite sekolah dan orang tua murid, maka menggunakan subsidi silang arti yang kaya membantu yang kurang mampu.

Katanya, orang tua murid lansung menemui kepala sekolah yang bersangkutan, bahwa mereka benar tidak mampu membayar uang sumbangan, dengan persyaratan yang telah di tentukan sekolah seperti membuat surat keterangan dari Kelurahan bahwa tidak mampu.

“Bagi yang kaya jangan mengaku miskin, karena uang partisipasi tersebut untuk sarana dan prasarana serta membantu yang tidak mampu,” kata Lukman.

Berbeda dengan sekolah negeri SMPN dan SMAN reguler yang dibawah naungan Disdikpora Palembang semua gratis tidak ada uang partisipasi orang tua murid.

“Dana BOS dan PSG mencukupi untuk Sekolah reguler jadi tidak ada uang partisipasi dari orangtua,” jelas Lukman.

 

TEKS    : AMINUDDIN

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster