Kakek 5 Cucu “Sikat” Kabel Seismik

 317 total views,  3 views today

Ilustrasi Kabel Seismik | Ist

Ilustrasi Kabel Seismik | Ist

PALI – Keluhan PT Elnusa Tbk yang sering kehilangan kabel Geophone dilokasi survey seismik kini terjawab sudah. Kabel yang berfungsi sebagai sensor survey itu sering terpotong dan hilang sehingga menghambat aktifitas pencarian sumber minyak. Kepolisian Polsek Tanah Abang berhasil mengamankan satu tersangka pencurian yaitu M Kowi bin Ibul (62 tahun) warga Dusun 3 Desa Sukamanis kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI.

M Kowi melakukan pencurian dengan cara memotong bentangan kabel menggunakan pahat yang biasa digunakannya untuk menyadap karet. Setelah dipotong ia menggulung kabel tersebut kemudian disimpan di rumahnya.

Terungkapnya aksi yang dilakukan kakek lima cucu ini setelah sepeda motor yang digunakannya untuk mengangkut kabel mendadak pecah ban. Merasa aksinya tidak ada yang mengetahui,  ‎Dengan santainya ia membawa motornya ke tempat tambal ban milik Tedi Saputra didesa yang sama. Setelah mengantar sepeda motor itu ia beranjak pulang kerumahnya.

Saat menambal ban itulah, secara tidak sengaja Tedi dan Andre menemukan gulungan kabel didalam boks motor milik Kowi tersebut. Tedi yang mengetahui kabel itu hanya dimiliki oleh PT Elnusa melaporkan kepada aparat kepolisian dan dan TNI yang bertugas disitu.

Adanya laporan itu, kepolisian yang sudah lama mencari pelaku pencurian langsung melakukan penggeledahan dirumah tersangka. Dari penangkapan yang dilakukan Sabtu (12/7) itu berhasil ditemukan beberapa gulungan kabel yang sudah dipotong-potong pendek.

Beber penyidik, Kowi mengaku akan menggunakan kabel hasil curian itu untuk menyetrum ikan.

“Ku potong pendek-pendek untuk nyetrum ikan di sungai,” aku Kowi kepada penyidik.

Kapolres Muara Enim AKBP M Aris melalui Kapolsek Tanah Abang A Roni Romli SH membenarkan telah mengamankan tersangka beserta barang bukti gulungan kabel Geophone yang diamankan dari rumah tersangka.

“Tersangka sudah kita amankan untuk diperiksa lebih lanjut. Kita kenakan pasal 363 KUHP,” kata AKP A Roni Romli didamping Kanit Reskrim IPTU Muslim Ansori.

Sementara ‎itu, Adhie Salahudin Achmad, Public Relation PT Elnusa Tbk mengakui akhir-akhir ini pihaknya sering kehilangan kabel geophone yang berfungsi sebagai sensor survey seismik 3D Karbela. Akibat sering kehilangan kabel itu, aktifitas survey pencarian sumber minyak oleh PT Elnusa sering terganggu.

“Pekerjaan survey kita sering terganggu akibat hilangnya kabel tersebut. Kita harapkan dengan tertangkapnya pelaku, tidak ada lagi kabel kita yang hilang. Sebab ancaman hukuman pencurian ini maksimal 7 tahun,” kata Adhie.

Adhie menambahkan, kegiatan PT Elnusa di Muaraenim dan PALI adalah mencari sumber minyak baru.

“Kalau ditemukan sumber minyak baru tentunya yang diuntungkan adalah pemerintah daerah, karena bisa menambah pendapatan daerah yang akhirnya bisa dimanfaatkan untuk pembangunan masyarakat,” jelasnya.

Untuk itulah, Adhie berharap agar masyarakat dapat membantu mengamankan sekaligus menjaga peralatan survey.

“Kita sangat berharap kerjasama dari masyarakat,” tutup Adhie.

 

TEKS   : INDRA SETIA HARIS

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster