Ganggu Ibadah Ramadhan, Warga Keluhkan Listrik Sering Padam

 248 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

KAYUAGUNG – Naiknya tarif dasar litsrik (TDL) baru-baru ini tidak berdampak pada pelayanan yang maksimal. Kendati pihak PLN terus berupaya memaksimalkan layanan kepada pelanggannya, namun kondisi listri tetap sering padam khususnya di Kabupaten OKI.

Apalagi saat ini bertepatan dengan pelaksanaan bulan suci Ramadhan, dengan padamnya listrik tentu sangat menggangu aktivitas dalam beribadah. Rahman (25), warga Pedamaran OKI, mengaku sangat terganggu dengan padamnya listrik yang sering terjadi pada bulan puasa ini. Kata dia, akibat padamnya penerangan, aktivitas dalam menjalankan ibadah seperti berbuka dan  sholat Tarawih sempat menggang.

“Pernah baru-baru ini listrik padam saat sholat Tarawih, untung masjid ada genset jadi masalah tersebut bisa teratasi, tapi kalau sering padam listriknya kami sebagai pelanggan pasti terganggu juga” keluh Rahman.

Ucap Rahman, seharusnya pihak PLN bisa mengantisipasi, khususnya selama bulan Ramadhan agar listrik tidak padam, karena mengingat bulan ini banyak kegiatan masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadhan.

“Kalau hari-hari biasa kami bisa memaklumi, tapi kalau bisa untuk sebulan ini selama Ramadhan, kalau bisa jangan padam listriknya,” harap Rahman.

Adapan dari pemberitanaan sebelumnya, masyarakat Kabupaten OKI, sangat berharap kepada pihak PLN  dengan naiknya tarif dasar listrik (TDL) terhitung Juli 2014 ini harus disertai pemaksimalan pelayanan  terhadap para pelanggannya. Karena kalau kualitas pelayanan masih rendah, seperti masih seringnya terjadi pemadaman, byarpet. Tentu saja membuat pelanggan merasa sangat dirugikan.

Hervan Dedi, (40) salah satu pelanggan PLN di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Saat dimintai pendapatnya terkait kenaikan TDL, Menurut Hervan, pada kenaikan TDL tahap pertama dia menilai pelayanan PLN masih sangat rendah kepada para pelanggannya.

Hal ini terbukti, khususnya untuk wilayah OKI masih seringnya terjadi pemadaman listrik dalam jangka waktu yang lama. Tidak hanya itu seperti gangguan listrik byarpet pun demikian.

Akibatnya tak jarang membuat barang-barang elektronik pelanggan menjadi rusak mendadak. Seringnya pada listrik, kata warga Desa Lebuh Rarak, Kecamatan Pedamaran, OKI ini. Tidak hanya dikeluhkan para pelanggan rumah tangga saja. Namun yang pasti sangat dirugikan dengan kondisi demikian adalah pelaku usaha yang memiliki hubungan dengan listrik dalam usahanya, misalnya seperti warnet, fotokopy, dan lain sebagainya.

Menurut Hervan yang sangat perlu diperbaiki pelayanan PLN dalam kenaikan TDL tahap kedua ini. Adalah sering terjadinya pemadaman listrik secara mandadak, byarpet, dan perbaikan jaringan kabel listrik yang sudah tak layak guna lagi, khususnya pada jaringan tegangan rendah. Salah satunya terjadi di dekat Puskesmas Pedamaran Desa Pedamaran VI, hingga Desa Pedamaran 1.

“Kondisi kabel telanjang itu sudah puluhan tahun dibiarkan pihak PLN belum juga ada perbaikan, padahal baru-baru ini ada tukang pasang tenda yang sudah terkena setrum, saat bekerja. Kalau ini masih dibiarkan bisa membahayakan orang,” kata Hervan.

Lanjut dia, kondisi yang lebih memprhatinkan adalah lampu penerangan jalan umum (PJU), yang sering padam. Khususnya di wilayah Kecamatan Pedamaran.

“Ini juga perlu perhatian serius dari pihak PLN, terkait itu tugas pihak Pemda atau PLN, yang pasti kami dari masyarakat minta PLN maupun pemerintah setempat untuk segera bekoordinasi, dalam hal perbaikannya. Karena puluhan titik lampu jalan hampir setiap malam tidak berfungsi, sementara TDL mau tidak mau harus naik,” ujarnya.

Kepala PLN Ranting Kayuagung, Yanti, melalui staf teknisi, Juniardi, sesuai dengan visi misinya pihak PLN berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada para pelangganya.

“Setiap hari kita selalu meningkatkan pelayanan kepada para pelanggan,” kata Juniardi.

Dia menjelaskan prihal tentang terjadinya pemadaman listrik disebebkan oleh dua faktor, yakni internal dan eksternal. “Untuk internal kita sudah berusaha memperbaikinya, namun untuk eksternal itu diluar kemampuan kami, seperti tiang listrik ditabrak mobil, tertimpa pohon dan lain sebagainya. Namun kendati demikian, kita berupaya tanggap dalam perbaikannya. Sehingga pelanggan tidak merasa dirugikan akibat padamnya listrik,” terang dia.

Dia menambahkan, selama menjalankan ibadah puasa, pihaknya berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Agar listrik jangan sering padam.

“Kami juga tidak ingian warga OKI terganggu dalam menjalankan ibadah puasanya dalam bulan Rmadhan ini karena sering terjadinya pemadaman listrik, makanya kami berupaya semaksimal mungkin untuk mengantisipasinya,” katanya.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL

 

 

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster