Belajar Pengelolaan KEK, Pemprov Sumsel Kirim Tenaga Ahli ke Luar Negeri

 174 total views,  2 views today

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api (TAA) Banyuasin

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api (TAA) Banyuasin | Dok KS

PALEMBANG – Selain mempersiapkan infrastruktur dan memperbaiki akses jalan menuju Tanjung Api-Api (TAA), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel juga mempersiapkan tenaga ahli untuk mengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) TAA.

Tenaga ahli tersebut kata Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemprov Sumsel, Ruslan Bahri, akan diberangkatkan di luar negeri. Di negara-negara yang telah sukses menerapkan KEK, tenaga ahli tersebut akan belajar pengelolaan KEK untuk diterapkan di Sumsel.

Pemprov terang Ruslan, saat ini sudah membentuk Project  Management Unit (PMU) untuk mengelola KEK TAA. Di PMU ini sebutnya,  terdiri dari berbagai tenaga ahli dari lintas disiplin ilmu, lintas SKPD bahkan ada yang dari luar Pemprov Sumsel.

Tujuannya sebut Ruslan, tidak lain untuk mempercepat persiapan kawasan KEK TAA.”PMU ini persiapan khusus, persiapan kelembagaan dan perencanaan yang semuanya memang harus tuntas dulu sebelum berbagai industri beroperasi dalam KEK TAA tersebut. Ibaratnya kita ini mau tempur dan sekarang siapkan senjata-senjatanya. Karena dengan perencanaan yang matang, maka dengan demikian 50 persen pertempuran sudah kita menangkan,” terangnya, kemarin.

“SDM ahli terkait inilah, dalam waktu dekat kita kirim untuk belajar ke luar negeri untuk peningkatan kemampuan. Semuanya dipelajari oleh tenaga-tenaga kita ini, bukan seperti studi banding yang umumnya hanya melihat-lihat saja,” ungkapnya seraya belum bisa memastikan negara mana yang akan dituju, sebagai tempat belajar bagi tenaga-tenaga Sumsel tersebut.

Ruslan menerangkan ditandatanganinya Keputusan Presiden (Kepres) KEK oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), merupakan hal yang sangat mengembirakan bagi Sumsel. “Karena dengan ditandatangani itu berarti kedepan KEK TAA ini secara keseluruhan menjadi agenda nasional mengingat sudah masuk dalam bluprint Bappenas,” ucapnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, dengan TAA menjadi KEK ini kedepan mempermudah proses kerjasama dengan berbagai pihak mengingat Sumsel sudah mendapat pengakuan negara melalui penetapan KEK tersebut. “Dengan demikian investor tak akan ragu-ragu lagi untuk menanamkan modalnya di Sumsel. Maka dari itu ini harus dipersiapkan dengan matang kedepannya,” terang Ruslan.

Disinggung mengenai persemian KEK TAA itu sendiri, ia mengungkapkan bahwa hal tersebut termasuk wewenang Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin. “Lagi pula peresmian itu hanya ceremony semata. Saya pikir gubernur, baru akan meresmikan jika sudah ada kesiapan yang matang secara keseluruhan dari kita terlebih pada sisi kerjasama dengan para investor nantinya. Jadi untuk apa di launching kalau memang belum siap segala sesuatunya,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster