Warga Resah Konsumi Mie dan Tahu

 240 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

BANYUASIN – Warga Banyuasin khususnya di Pangkalan Balai, kini kuatir dengan makanan yang dibeli mereka mengandung zat berbahaya seperti formalin dan Rhodamin B. Hal ini disebabkan, saat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuasin melakukan sidak beberapa waktu lalu, di Pasar Pangkalan Balai ditemukan tahu dan mie kuning yang mengandung formalin.

“Jujur, kami kuatir. Apalagi tahu dan mie kuning tersebut, sudah sering dikonsumi. Formalin itu kan berbahaya, apalagi katanya formalin tersebut adalah zat yang digunakan untuk mengawetkan mayat,” kata Usuf (33), warga Pangkalan Balai ketika dibincangi, Jumat (11/7).

Ia menyayangkan kenapa baru sekarang Dinkes melakukan sidak, untuk memeriksa makanan dan minuman yang diduga mengandung zat kimia berbahaya tersebut. Padahal sebutnya, tahu putih dan mie kuning selama ini dijual bebas dan banyak dibeli masyarakat.  “Harusnya Dinkes rutin melakukan sidak ke pasar-pasar tradisional, sehingga masyarakat tidak kuatir mengkonsumi makanan dan minuman yang dibelinya,” harap Usuf.

Senada diutarakan Anang Ali. Ia menyebut, sidak yang dilakukan Dinkes harusnya berkelanjutan. “Pedagang nakal yang menjual makanan dan minuman yang dicampur zat kimia berbahaya tersebut, juga harus diberikan sanksi tegas agar ada efek jera,” ungkapnya.

Tak hanya pedagang, Dinkes bersama kepolisian pinta Anang harus menyidiki dimana home industri yang memproduksi tahu dan mie kuning yang dicampur formalin tersebut. “Itu kan perbuatan kriminal, aparat penegak hukum harus bertindak tegas,” tukasnya.

 

TEKS              : DIDING KARNADI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster