Konsumsi Daging Meningkat

 199 total views,  2 views today

Ilustrasi Penjual Daging | Dok KS

Ilustrasi Penjual Daging | Dok KS

PALEMBANG – Konsumsi daging masyarakat di Sumsel mencapai 364 ton per bulan, atau sekitar 12 ton setiap harinya dalam kondisi normal. Namun sepanjang bulan Ramadhan, kebutuhan daging meningkat hingga 20 persen. Bahkan diprediksi akan lebih besar, hingga tiga kali lipat saat H-3 Idul Fitri atau pada 29 Juli nanti.

“Ada penambahan jumlah konsumsi hingga 20 persen, atau penambahan sekitar 72,8 ton selama bulan Ramadhan dari kebutuhan normal. Kalau sekarang sudah bisa dikatakan mulai normal, tapi akan naik lagi saat H-3 Idul Fitri,” kata Kepala Dinas Peternakkan (Disnak) Sumsel, Max Sulistyo di Kantor Gubernur Sumsel, Jumat (11/7).

Meski terjadi peningkatan jumlah kebutuhan, Max mengaku sudah menemui seluruh pemasok dan sebagian pengusaha daging, untuk meminta jaminan stok khususnya pada saat bulan Ramadhan hingga lebaran.

“Dari hasil pertemuan itu, mereka memastikan bahwasanya stok daging cukup. Bahkan sampai akhir tahun nanti. Tim kita diterjunkan, untuk memastikan harga tidak terlalu naik signifikan. Kalau ada kenaikan sedikit mungkin iya, tapi gejolak harganya tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,”  terang Max.

Selain memantau kebutuhan, stok dan harga daging sapi di pasaran, Disnak juga memeriksa kualitas daging yang dijual pedagang. Tujuanya, memastikan masyarakat aman mengonsumsi daging tersebut. Dinas terkait di kabupaten/kota  pun diminta mengawasi pemotongan atau penjualan daging.

“Kita mengukur PH daging, sampai saat ini cukup baik. Yang jadi masalah adalah perbuatan ilegal, seperti mencampur daging sapi dengan babi hutan, formalin atau pewarna buatan yang mengandung zat berbahaya hingga daging sapi gelonggongan. Kita minta seluruh pemerintah daerah dan masyarakat lebih teliti,” pinta Max.

Terpisah, Kepala Seksi Pengadaan dan Penyaluran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, A Mukhlis menambahkan, pantauan tiap minggu pihaknya tercatat stok daging sapi di Sumsel mencapai 10 ton.

Meski jauh dari kata cukup, namun stok sapi hidup akan dipastikan aman. “Daging tidak bisa distok dalam jumlah besar. Cuma, pemasok yang biasa di Sumsel memastikan suplai sapi akan terus berjalan tanpa ada gangguan,” ujar Mukhlis.

Sebagai penyeimbang permintaan daging sapi, pemerintah juga menambah persediaan daging sapi. “Kita siagakan 30 ribu ton daging ikan gabus sebagai langkah antisipasi apabila daging sapi tidak bisa terpenuhi. Karena memang tidak seluruh daerah yang masyarakanya tinggi konsumsi daging. Lagi pula, daging ikan cocok sebagai pengganti karena juga memiliki sumber protein,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster