KEK TAA Bakal Jadi Primadona

33 total views, 3 views today

Ilustrasi Pelabuhan Tanjung Api-Api

Pelabuhan Tanjung Api-Api | Dok KS

PALEMBANG – Keputusan Presiden (Kepres) tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA), sudah ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pada 1 Juli lalu. Ditandatanganinya dasar hukum KEK TAA ini, diyakini bakal membuat kawasan itu menjadi primadona bagi kalangan investor.

Keyakinan ini disampaikan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin.Menurutnya,  di kawasan tersebut nantinya akan menjadi pusat industrialisasi secara besar-besaran. Untuk saat ini pun, potensi di kawasan tersebut telah banyak dilirik berbagai investor untuk menanamkan modalnya.

Menurut Alex,  pemprov sudah lama mempersiapkan pengoperasian KEK TAA, terutama menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat industri yang nantinya akan menyerap banyak tenaga kerja.

“KEK bukan harapan lagi, tetapi hampir menjadi kenyataan. Disinilah nanti PAD terbesar Sumsel, karena disana pusat industrialisasi terbesar Sumsel,” kata Alex usai penandatanganan nota kesepakatan KUPA dan PPAS Perubahan APBD Sumsel 2014 di ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumsel, Jumat (11/7).

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM) Sumsel, Rizal Abdullah mengatakan, bahwa salah satu infrastruktur vital yang akan menunjang KEK TAA adalah jalan. Dinas PU BM mengklaim jalur akses kawasan sepanjang 68 kilometer tersebut, akan segera rampung diperbaiki.

“Kita optimis, perbaikan jalan ke TAA bisa segera dirampungkan. Apalagi Perda tentang Pengikatan Anggaran dengan Sistem Tahun Jamak, sudah disetujui DPRD. Dengan begitu, keinginan kita memperbaiki titik-titik rusak disana, juga telah terwujud. Kita juga sebelumnya sudah susun dokumen tendernya jadi tak ada lagi masalah, targetnya paling lambat Agustus mendatang perbaikannya akan segera dimulai,” kata Rizal.

Menurutnya, perbaikan jalannya sendiri memang memerlukan waktu yang lama. Pasalnya, titik kerusakan terbilang menyebar di sepanjang jalan. Oleh karena itulah dana yang dibutuhkan untuk perbaikan jalan ini harus menyerap anggaran mencapai Rp 95 Miliar.

“Perbaikan ini sendiri memang sangat penting untuk KEK TAA, jika infrastruktur sudah sangat baik maka investor sendiri akan semakin banyak yang berdatangan. Dengan begitu, bisa memacu pertumbuhan perekonomisan Sumsel,” terangnya.

Berdasarkan rencana yang ada, jalan non status ini akan diusulkan Pemprov Sumsel untuk menjadi jalan nasional. Namun, untuk sementara waktu  pihaknya tetap melakukan perawatan meski tidak memiliki kewajiban mengikat lantaran memang kepemilikikan jalan itu masih belum ditentukan.

“Jalan non status Itu tanggung jawab bersama. Jadi siapapun wajib melakukan pengawasan, tidak hanya nasional, provinsi dan kota juga perlu menjaganya. Apalagi, jalan itu menjadi prioritas kita yang dapat bersumbangsih besar meningkatkan perekonomian di Sumsel,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com