Track Batubara Diminta Dipercepat

Ilustrasi Kereta Batubara PTBA | Ist

Ilustrasi Kereta Batubara PTBA | Ist

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel mendesak PT Mega Guna Ganda Semesta (MGGS), yang membangun 255 kilometer (km) Track Batubara dari Tanjung Enim ke Tanjung Api-Api (TAA), untuk segera menyelesaikan draf trase dalam waktu tiga hari kedepan.

Pasalnya, hal tersebut akan segera disampaikan ke Kementrian Perhubungan (Kemenhub) untuk segera ditetapkan izin trase, guna mempercepat pembangunan track batubara tersebut. Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan Pemprov Sumsel, Ruslan Bahri menyebut, gubernur sengaja meminta dikebut sebelum penetapan presiden terpilih, 22 Juli mendatang.

“Tentunya ini punya dasar, karena dikementrian itu tidak bisa mengambil kebijakan strategis setelah tanggal tersebut termasuk pemberian izin trase ini. Untuk draf trase yang sudah ada ini lebih disempurnakan terlebih mengenai jalur-jalur yang bakal terkena hutan untuk dihindari biar kedepan tidak panjang urusannya,” kata Ruslan saat diwawancarai usai rapat di Bina Praja, Kamis (10/7).

Pemprov menyarankan agar PT MGGS juga untuk lebih memikirkan trase, agar bisa lebih lebar keluar lagi dari jalan yang ada. “Kita sarankan untuk lebih lebar lagi dari sebelumnya, mungkin sekitar 3,5meter lagi dari sebelumnya. Karena siapa tahu jalan disana nantinya, akan diperlebar seperti di Jakabaring. Ini hanya saran, pada dasarnya merekalah yang melakukan. Setelah rapat ini, masing-masing SKPD terkait segera bergerak, katakanlah dengan membuat team trase,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Sumsel, Yohanes mengatakan hal tersebut sangat mendesak dilakukan dan dipersiapkan sedemikan rupa, agar tidak menjadi kendala dikemudian hari. “Kami minta perusahaan untuk proaktif dalam waktu sangat singkat, karena Selasa konsep ini sudah sudah naik dari Dishub ke Kemenhub, agar Trase ditetapkan sebelum 22 Juli ini juga,” kata Yohanes.

Yohanes juga menyinggung soal jalan-jalan di kawasan menuju TAA tersebut,  menurutnya jalan tersebut pada prinsipnya tetap status quo. “Secara prinsip begitu, tapi saat ini penanganannya sudah di APBN , tinggal tunggu saja waktu ditetapkan mentri. Nah untuk trase yang kira-kira melanggar hutan lindung dan lain sebagainya itu, diharapkan bisa dirancang sedemikian rupa apakah dibelokkan atau bagaimana. Karena yang penting itu tidak melanggar dan bisa cepat,” imbuhnya.

Menurutnya, percepatan ini memanglah harus dilakukan oleh ahlinya dari berbagai pihak terkait. “Dari Dishub juga akan mengkoordinir ini, kalau dari kehutanan mungkin bisa memberikan informasi mengenai batas yang jangan sampai tersenggol hutan. Dari PU Bina Marga, membantu jangan sampai bersinggungan dengan jalan yang ada, khususnya jalan nasional. Kalaupun ada cara lain yang bagus, ya lebih baik yang penting menguntungkan dan tidak timbul masalah yang ruwet di kemudian hari,” tuturnya.

Sementara itu, Senior Technical Advisor PTMGGS, Harris Fabillah mengatakan apa yang dilakukan pihaknya, mengenai rencana pembangunan track batubara tersebut sudah sesuai dengan prosedur yang ada dan tidak menemui kendala yang berarti.

“Hanya saja, untuk trase jalur kereta yang akan dibangun dari Tanjung Enim hingga TAA ada masalah, terkenanya jalur kereta yg masih melewati kawasan hutan lindung.  Karena itu, kita masih melakukan koreksi terhadap jalur kereta dan berkoordinasi dengan Pemprov Sumsel khususnya untuk mengetahui mana saja daerah yang terkena hutan tersebut,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com