Pintu Masuk Dipasang Security Door, Pemkot “Tertutup” Bagi Masyarakat

 305 total views,  2 views today

Kantor Walikota Palembang

Kantor Walikota Palembang | Dok KS

PALEMBANG – Masyarakat Palembang, yang hendak berurusan di Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, dipastikan tidak akan lagi mudah. Sebab kantor ledeng tersebut, kini menjadi kantor yang “tertutup” bagi masyarakat.

Pasalnya, tiap pintu dari lantai I, II dan III dipasang security door. Untuk masuk ke dalam, tidak bisa sembarang orang. Harus ada sidik jari yang terdaftar, agar bisa masuk ke dalam pemkot.

Penerapan security door ini dipercepat penerapannya, dibandingkan rencana awal yang sebelumnya dilakukan setelah Idul Fitri. Namun, Kamis (10/7), security door tersebut sudah terpasang.

Pantauan Kabar Sumatera, kondisi ini tak pelak membuat sebagian tamu yang datang ke pemkot dibuat kebingungan. Pasalnya, belum ada pemberitahhuan. Di perparah lagi, tamu tidak bisa sembarangan masuk, karena harus menggunakan sidik jari. Hanya pegawai saja yang yang sidik jarinya sudah terdaftar, bisa masuk.

Security door itu berada di lantai dasar, lantai dua dan lantai tiga kantor Setda Palembang. Selain tamu yang kebingungan, awak media yang biasa meliput di Pemkot Palembang juga ikut kebingungan.

Salah satu wartawan dari media cetak Palembang, Joeviter Muhammad mengatakan, sikap Setda Palembang ini cukup mengganggu, karena ia mengaku, sebagai wartawan yang biasa meliput dikawasan itu merasa dibatasi dakam mencari informasi.

“Pengaktifan security door ini tanpa pemberitahuan, karena pintu ajaib ini, saya tidak bisa masuk, karena jika ingin masuk harus menggunakan sidik jari, sedangkan kami belum diberitahu tentang diaktifkannya security door pada hari ini,” keluhnya.

Menurut Joeviter, Setda Palembang dulu mengatakan, security door itu akan diaktifkan setelah Idul Fitri. Selain itu, Setda Palembang juga akan melakukan pendataan wartawan guna memudahkan peliputan. “Ini seakan-akan mengintimidasi keberadaan wartawan disini. Apalagi, setelah penetapan Wali Kota Palembang, Romi Herton sebagai tersangka oleh KPK,” ucapnya.

Kabag Humas dan Protokol Setda Palembang, Ratu Dewa mengatakan, security door tersebut baru  dilakukan uji coba saja dan dimulai, Selasa (8/7).  Untuk aktifnya setelah Idul Fitri.

“Belum didatanya wartawan, dikarenakan security door ini baru tahap uji coba, rencana pendataan sidik jari wartawan yang berfungsi sebagai kunci security door, akan dilakukan usai Idul Fitri nanti, ” terangnya.

Menurut Dewa, fungsi security door untuk meningkatkan pelayanan satu pintu di Setda Palembang. Selain digunakan sebagai pengawasan dan peningkatan pelayanan satu pintu, security door ini juga digunakan untuk mengontrol pegawai pemkot yang masuk bekerja.

“Yah security door tersebut dipasang mesin sidik jari (finger print), jadi bagi PNS, honorer dan tamu mau masuk kantor Setda Palembang, harus menempelkan jarinya di mesin, jika tidak terdaftar pintunya tidak akan terbuka,” ujarnya.

Selain itu, sambungnya, keberadaan security door tersebut juga untuk menghindari adanya praktik KKN bagi tamu memiliki kepentingan, dimana tamu yang mau berkomunikasi dengan pegawai cukup menunggu di lobi. Dan untuk tamu yang datang, cukup lapor di lobi dengan petugas keamanan. “Diharapkan pelayanan satu pintu ini bisa mendisiplinkan dan menghindari hal-hal yang dilarang dalam bekerja,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster