Hasil Survei Jangan Jadi Acuan

 218 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PAGARALAM – Partisipasi masyarakat atau tingkat pemilih pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 relatif turun, bila dibandingkan  dengan Pemilihan Legislatif (Pileg) 9 April lalu. Hal itu dikemukakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pagaralam Yenli Elmanoferi SE, kemarin(10/7).

Menurutnya, tingkat partisipasi pemilih pada Pilpres 2014 kemungkinan persentasenya hanya mencapai  65 persen hingga 70 persen. Ia mengatakan, kalau melihat adanya perbedaan hasil hitung cepat (Quick Count) dari beberapa lembaga survei saat ini, hendaknya jangan dijadikan acuan bagi msyarakat. Terlebih bagi kedua massa pendukung pasangan Capres dan Cawapres.

“Ya, dalam survey yang dihitung adalah  sampel. Berikut mengetahui lebih awal persentase suara masing-masing pasangan calon,” katanya.

Sementara mengenai perbedaan hasil lanjutnya,  tergantung dengan metode dan wilayah yang menjadi sampel serta jumlah sampel itu sendiri dan tingkat marjin error nya. Untuk itu, masyarakat diharapkan jangan sampai terpengaruh dengan hasil tersebut, karena pihak KPU akan mengumumkannya pada 22 Juli mendatang.

“Pastinya yang menjadi acuan adalah hasil pleno KPU  Pusat pada 22 juli nanti,” jelasnya seraya berujar sangat diharafkaan agar masyarakat dapat selalu menjaga kondisi aman, damai dan kondusif.

Ia menambahkan,  khususnya di Pagaralam atau lebih dikenal dengan sebutan Bumi Besemah ini sudah teruji, pola pikir masyarakatnya  sudah dewasa dalam menghadapi perhelatan politik beberapa  pemilu sebelumnya.

“Semoga hasil Pilpres 2014 dapat membawa Bumi Pertiwi ini semakin baik dan lebih maju lagi,” harapnya.

 

TEKS    : ANTONI STEFEN

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster