Pemilih Minim di Empat Lawang

 184 total views,  2 views today

Pemilih-Minim-di-Empat-Lawang

Pemilih Minim di Empat Lawang. / Foto : IST

EMPAT LAWANG | KS – Pemilih yang menyalurkan hak suaranya pada Pemilihan presiden (Pilpres), 9 Juli minim. Ini terjadi di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

Kecendrungan peningkatan angka golput ini, diduga akibat minimnya sosialisasi baik oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun  tim pemenangan masing-masing pasangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres).

Pantauan Kabar Sumatera, Rabu (9/7), sepinya pemilih yang menggunakan hak suara ini misalnya terlihat di TPS 8, Kelurahan Pasar Tebing Tinggi. Jika di Pemilihan Legislatif (Pileg), April lalu ada 350 pemilih yang menggunakan hak suaranya dari total 400 pemilih yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) namun di Pilpres kali ini, hanya ada 260 pemilih yang menggunakan hak pilihnya dari total 400 pemilih.

Hal yang sama terjadi di TPS 08 , Kelurahan Tanjung Kupang. Dari DPT 494 orang, yang menyalurkan suaranya hanya 294 orang. Sekitar 200 pemilih golput. Begitu juga di TPS 03, Kelurahan Jayaloka. Dari DPT 504 pemilih, hanya tercatat 259 pemilih yang menyalurkan hak pilihnya ke TPS.

“Sepi, dibanding Pilkada dan Pileg lalu. Mungkin warga sudah bosan atau kurang sosialisasi,”  terang Safran salah petugas di TPS 8, Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, kemarin. (9/7).

Informasi dihimpun Kabar Sumatera, beberapa TPS lainnya di Empat Lawang juga sepi. Malahan ada warga berpendapat, kemungkinan angka golput di Empat Lawang mencapai 40 persen atau lebih. “Kalau di TPS kami 40 persen golput,” cetus Tarmizi (56), salah satu warga Tebing Tinggi.

Pantauan lainnya,  juga terjadi di TPS 1 Pasar Tebing Tinggi. Di TPS ini, Ketua DPRD Empat Lawang, H David Hadrianto menyalurkan hak suaranya. Di TPS tersebut menurut salah satu anggota KPPS, sampai pukul 12.00 WIB masih banyak pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya.

Kondisi ini disayangkan Ketua DPRD Empat Lawang, H David Hadrianto. Menurutnya, masyarakat sebenarnya memiliki kesempatan yang besar, untuk memilih pemimpin Indonesia.

Hal ini sebutnya, bisa jadi lantaran masyarakat tidak begitu kenal dekat dengan calon pemimpinnya. Sehingga masyarakat tidak begitu peduli, untuk mencoblos siapa presiden yang dipilih. “Ya, disayangkan kalau tidak menyalurkan hak suara, ini kesempatan untuk memilih pemimpin Indonesia,” tutur David.

Lebih jauh, iapun menghimbau masyarakat untuk tetap tenang menunggu hasil pengumuman resmi dari KPU terhadap calon presiden dan wakil presiden yang dipilih berdasarkan pilihan masing-masing. “Tetap tenang, jangan termakan isu yang tidak baik, pilihan sudah selesai, kita laksanakan ibadah Ramadhan seperti biasanya,” himbau David.

‪Hal yang sama juga terjadi di Desa Kota Gading. Di dua TPS yang ada, dari jumlah pemilih mencapai 771 orang, namun yang mencoblos hanya 256 orang. Ketua PPS Desa Kota Gading, Susilawati didampingi Hendri, membenarkan adanya penurunan partisipasi masyarakat.

Ketua KPU Empat Lawang, Arifai melalui Sekretaris, M Mursadi ketika dikonfirmasi, mengaku sangat menyayangkan banyaknya pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya. Padahal sebut dia, sosialisasi sudah gencar dilakukan.

TEKS              : SAUKANI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster