Pemalsuan Data Surat Nikah Marak

 263 total views,  2 views today

iwgr028v

Foto : Google Image

EMPAT LAWANG | KS – Aparat kelurahan maupun kepala desa (Kades), diminta berhati-hati dan waspada, dalam menerbitkan surat nikah bagi pasangan yang akan menikah. Pasalnya, beberapa kali terjadi pemalsuan data surat nikah di Kabupaten Empat Lawang.

“Terakhir kasus orang Jambi, yang menikah dengan orang Tebing Tinggi. Ternyata dia sudah duda, dan tertera dalam NA itu masih perjaka,” kata Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tebing Tinggi, Supandi, kemarin.

Menurutnya, masalah mulai diketahui ketika ada permasalahan, keluarga tersebut melaporkan ke Kepolisian, ternyata yang laki-laki sudah beristeri di Jambi, sehingga beberapa kali pihak kepolisian meminta keterangan KUA.

Pihak KUA, menulis buku nikah berdasarkan data dari kades ataupun lurah. Sebab yang mengetahui warganya yakni kades dan lurah, sehingga apa yang sudah dibenarkan kades atau lurah, diteruskan saja ditingkat KUA.

Selain itu ungkap Supandi, ada beberapa kasus lagi yang terjadi sehingga ia meminta kepada aparat kelurahan maupun desa jangan yang bersangkutan yang mengisi blangko surat nikah tersebut. Namun harus diisi langsung oleh lurah maupun kadesnya.

Jangan sampai terangnya, pernikahan sakral itu menjadi tercemar gara-gara pemalsuan data oleh pasangan.  “Bisa jadi nanti baru tahu yang wanitanya dua minggu minta cerai. Padahal cerai itu, sangat dibenci oleh Allah SWT,”  terang Supandi.

Ia juga menghimbau masyarakat Kecamatan Tebing Tinggi, untuk memberikan informasi yang benar, ketika akan mengajukan NA di tingkat desa atau lurah. Sebab dalam aturan Undang-Undang (UU) perkawinan, pernikahan itu mesti dicatatkan dan hasilnya buku nikah.

Nah, terkait pria yang berstatus sudah menikah namun hendak kembali menikah, UU juga telah mengisyaratkan pihak lelaki, harus mendapatkan izin dari isteri yang pertama. “Kalau tidak dapat izin, berarti menabrak UU dan bisa dikenakan hukuman nantinya, yakni pasal 263 KUHP tentang pemalsuan identitas surat nikah. Ancamannya enam bulan penjara dan maksimal 12 tahun penjara,” tukasnya.

TEKS              : SAUKANI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster