Menanti Perubahan Usai Pilpres

 367 total views,  2 views today

Foto-gagasan-02-Aldo-Irawan

Oleh Aldo Irawan

(Penulis adalah Reporter di RGBA Tanjung Enim)

 

Kemarin, Rabu (9/7) segenap rakyat Indonesia yang telah memiliki hak pilih dan telah menunaikan hak politiknya untuk memilih pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 2014-2019. Ini adalah pemilihan presiden langsung yang ketiga kalinya sejak 2004 silam, yang menandai Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

Pilpres kali ini menjadi momentum menentukan bagi masa depan Indonesia, bukan saja untuk semakin mengukuhkan posisi sebagai negara demokrasi, tetapi juga menentukan nasib bangsa Indonesia dalam lima tahun mendatang, bahkan seterusnya. Betapa tidak. Barangkali baru dalam pemilihan presiden kali ini, suasana politik bahkan kadang-kadang begitu terasa panas, setelah hanya dua pasangan capres-cawapres memperebutkan suara lebih dari 190 juta lebih pemilih terdaftar.

Mengingat hanya ada dua pasang calon, maka rivalitas di lapangan di antara tim sukses dan para pendukung dari dua pasang capres-cawapres itu begitu sengit. Bukan hanya pertarungan adu visi-misi saja yang terasa panas, kampanye hitam serta kampanye negatif melalui berbagai media dan cerita dari mulut ke mulut pun begitu intensif dari hari ke hari. Faktanya semua itu sudah berlalu. Tapi realitas ini seperti pisau bermata dua, karena dinamika demokrasi di satu sisi menggembirakan, tetapi gesekan di tengah masyarakat tentang potensi risiko keamanan serta kecurigaan adanya permainan politik uang, sekaligus memprihatinkan. Ini membanggakan, tetapi sekaligus mencemaskan.

Mencemaskan, karena demokrasi telah berusaha ditumpangi untuk kepentingan adu domba satu kelompok dengan kelompok yang lain, di mana pertentangan suku, agama, ras dan antar-golongan begitu terbuka di atas permukaan. Karenanya kita berharap agar negara turun tangan untuk memastikan usai pilpres ini semua berjalan dengan lancar, dan tidak terdapat gangguan berarti, baik selama penghitungan suara hari ini, maupun dampak setelahnya.

Tetapi apapun, dinamika demokrasi ini membanggakan. Membanggakan, karena antusiasme masyarakat untuk ikut berpartisipasi pada pemilu presiden 2014 ini, menurut banyak laporan media, begitu terlihat meningkat signifikan di mulai dari masyarakat Indonesia di luar negeri. Ini ditandai dengan membeludaknya antrean untuk memilih capres-cawapres idola mereka, yang sekaligus menandakan meningkatnya dinamika demokrasi dan partisipasi masyarakat. Potret ini sekaligus menandai harapan masyarakat akan adanya pemimpin baru, yang dapat memberi harapan baru bagi kehidupan bangsa Indonesia ke depan.

Antusiasme berpolitik ini juga memberikan indikasi bahwa proses demokrasi di Indonesia mulai membentuk jatidiri baru, di mana pemilihan langsung telah menjadi sarana untuk menyampaikan harapan warga dalam memperbaiki kehidupan mereka yang ditumpukan kepada pemimpin yang akan mereka pilih.

Di sinilah pentingnya makna demokrasi, yang sejatinya menjadi alat dan bukan tujuan. Demokrasi adalah sarana untuk mewujudkan kesejahteraan hidup warga negara, untuk mewujudkan rasa aman dan nyaman dalam bernegara dan hidup berdampingan secara damai. Demokrasi bukanlah terminal akhir demi demokrasi itu sendiri. Inilah yang tampaknya perlu dikedepankan hari ini dan seterusnya, dengan pesan yang jelas: mari kita menerima pilihan masing-masing calon pemimpin baru yang diharapkan bisa membawa perubahan, menuju Indonesia yang lebih sejahtera, adil, makmur, aman dan damai. Inilah yang perlu kita tekankan, bahwa pilpres kali ini adalah momentum untuk melakukan perubahan!

Oleh sebab itu, kita berharap, siapapun yang memenangi pilpres hendaknya tidak merasa jumawa apalagi arogan. Tetapi justru rendah hati untuk merangkul rival politik dalam hidup berdampingan yang damai demi Indonesia yang lebih baik. Begitu pula sebaliknya, bagi yang kalah hendaknya berlapang hati untuk menerima konsekuensi demokrasi, bahwa rakyatlah yang maha menentukan.

Alangkah indahnya Indonesia, apabila pilpres kali ini dapat menghasilkan perubahan yang diharapkan segenap rakyat tanpa terjadi keributan, melainkan diterima dengan kedamaian. Inilah harapan dan tujuan kita, agar Indonesia dapat menempatkan diri sebagai negara demokrasi besar di dunia yang telah teruji, dan semakin mantap melangkah dengan masa depan yang jauh lebih baik lagi.**

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster