Tradisi Petasan di Bulan Ramadhan

 303 total views,  2 views today

Ilustrasi Petasan

Ilustrasi Petasan

PALEMBANG – Bulan Ramadhan selalu diwarnai dengan menjamurnya para penjual petasan dan kembang api. Banyak penjual yang mengaku selalu mendapatkan keuntungan yang lebih ketika menjual petasan atau kembang api di bulan Ramadhan. Meningkatnya penggunaan petasan oleh masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, menjadi alasan menjamurnya para penjual petasan.

Seolah tak memikirkan keselamatannya, para pembeli petasan atau kembang api pun selalu membeli dan menyalakan petasan atau kembang api di bulan Ramadhan. Ada yang menganggap bahwa menyalakan petasan atau kembang api di bulan Ramadhan memberikan sensasi tersendiri. Banyak juga yang menganggap bahwa hal ini sebagai tradisi.

Namun di sisi lain, aparatur pemerintahan selalu melarang siapapun untuk menjual dan menggunakan petasan atau kembang api di bulan Ramadhan. Karena mengingat banyaknya kejadian-kejadian yang bisa mengancam keselamatan orang yang menyalakan petasan tersebut. Bahkan aparatur pemerintahan menganggap bahwa petasan atau kembang api, kerap menjadi pemicu perkelahian antar pemuda.

Walau adanya larangan atas beredarnya petasan atau kembang api, namun para pedagang menganggap hal itu sebagi resiko yang sudah biasa mereka hadapi. Para penjual pun semakin menjamur di berbagai pelosok daerah. Tak terkecuali di palembang hampir disetiap tempat dapat ditemui para pedagang petasan.

Bahkan baru-baru ini, di Kota Palembang kencang berhembus isu tawuran antar warga yang dipicu oleh kelompok remaja yang bermain petasan. Tepatnya di kawasan kelurahan 11 Ulu, pada Rabu (2/7) dini hari, dan di kawasan Tangga Buntung, Kamis (4/7) malam lalu, sempat terjadi tawuran yang diduga bermula dari  saling ejek dan saling balas lempar petasan diantara mereka.

Menurut Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIK Msi, pihaknya mencermati dalam permasalahan ini,  perlunya peranan orang tua untuk memonitor  anaknya, memberi pemahaman bahaya  penggunaan  petasan. Dengan begitu, orang tua sudah membantu pihaknya dalam  menekan laju kriminalitas, juga dapat menciptakan suasana ibadah yang kondusif.

“Selain menghimbau orangtua dan tokoh masyarakat, kami juga akan segera sweeping penjual petasan yang ada di Kota Palembang. Karena memang ada jenisnya, yang boleh dijualbelikan, ada yang tidak boleh yakni yang berisi mesiu,” jelas Kapolresta Palembang, Sabaruddin Ginting.

Lebih jauh dikatakan Ginting, pihaknya tentu tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari masyarakat. Karena itu, peran dari orang tua sangatlah penting. Hal ini bisa saja  meluas, andai tidak ada tindakan tegas dari pihak kepolisian. Sehingga perlu tindakan yang cepat untuk  dilakukan sebelum semakin banyak kejadian yang bisa merugikan banyak orang.

“Inilah pentingnya pengawasan orangtua, sehingga kita bersama dapat menjaga suasana bulan suci ini,” pungkasnya.

 

TEKS : IQBAL

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster