Sepekan Sebelum Kedaluwarsa, Produk Jangan Dikonsumsi

 231 total views,  2 views today

Ilustrasi Foodmart

Ilustrasi Foodmart

Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengimbau pelaku usaha makanan minuman agar lebih teliti memerhatikan batas waktu penggunaan atau kedaluwarsa, sepekan sebelum tanggal yang dicantumkan harus segera ditarik dari peredaran.
“Maksimal satu minggu sebelum tanggal kedaluwarsa, diharapkan semua produk harus ditarik dari pasaran, karena kualitas bisa menurun,” kata Kepala BBPOM Palembang Dra.Indriaty Tubagus,Apt,M.Kes.
Penurunan kualitas produk bisa berbahaya bagi kesehatan bahkan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, karena itu harus ditarik paling lama satu minggu sebelum berakhir.
“BPOM bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumsel selalu melakukan penertiban produk kedaluwarsa tersebut,” kata Indriaty.
Apalagi saat memasuki bulan suci Ramadan akan terjadi peningkatan pembelian, jadi diharapkan pedagang harus lebih memerhatikan produk yang sudah mendekati kedaluwarsa.
Pengawasan akan ditingkatkan dan difokuskan terhadap makanan-makanan kaleng atau kemasan yang berjangka waktu lama, seperti terhadap parcel-parcel yang marak beredar menjelang lebaran Idul Fitri.
Selain makanan kedaluwarsa, BPOM dan Disperindag juga akan mengawasi pangan rusak kemasan, pangan dengan label tanpa bahasa Indonesia serta parcel yang mengikutsertakan minuman beralkohol.
Bila dalam pengawasan nanti ditemukan pelanggaran, maka pengusaha atau pemilik warung akan ditindak sesuai ketentuan.
“Pengusahanya akan kita beri teguran. Intinya, hal ini untuk melindungi masyarakat dari hal-hal yang merugikan,” jelasnya.

 

TEKS: ALAM TRIE PUTRA

EDITOR: SARONO P SASMITO

Sepekan Sebelum Kedaluwarsa,

Produk Jangan Dikonsumsi

 

Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengimbau pelaku usaha makanan minuman agar lebih teliti memerhatikan batas waktu penggunaan atau kedaluwarsa, sepekan sebelum tanggal yang dicantumkan harus segera ditarik dari peredaran.
“Maksimal satu minggu sebelum tanggal kedaluwarsa, diharapkan semua produk harus ditarik dari pasaran, karena kualitas bisa menurun,” kata Kepala BBPOM
Palembang Dra.Indriaty Tubagus,Apt,M.Kes.
Penurunan kualitas produk bisa berbahaya bagi kesehatan bahkan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, karena itu harus ditarik paling lama satu minggu sebelum berakhir.
“BPOM bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumsel selalu melakukan penertiban produk kedaluwarsa tersebut,” kata Indriaty.
Apalagi saat memasuki bulan suci Ramadan akan terjadi peningkatan pembelian, jadi diharapkan pedagang harus lebih memerhatikan produk yang sudah mendekati kedaluwarsa.
Pengawasan akan ditingkatkan dan difokuskan terhadap makanan-makanan kaleng atau kemasan yang berjangka waktu lama, seperti terhadap parcel-parcel yang marak beredar menjelang lebaran Idul Fitri.
Selain makanan kedaluwarsa, BPOM dan Disperindag juga akan mengawasi pangan rusak kemasan, pangan dengan label tanpa bahasa Indonesia serta parcel yang mengikutsertakan minuman beralkohol.
Bila dalam pengawasan nanti ditemukan pelanggaran, maka pengusaha atau pemilik warung akan ditindak sesuai ketentuan.
“Pengusahanya akan kita beri teguran. Intinya, hal ini untuk melindungi masyarakat dari hal-hal yang merugikan,” jelasnya.

TEKS: ALAM TRIE PUTRA

EDITOR: SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster