OI Kurang Tenaga Penyuluh

 279 total views,  2 views today

Ilst. Petani

Ilst. Petani

INDERALAYA – Meski masih kekurangan tenaga penyuluh, namun Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), terus melakukan peningkatan  penyuluhan ketahanan pangan.

Hal tersebut diungkapkan Kaban Penyuluhan dan Ketahanan Pangan OI, Tarmuji, Minggu (6/7) kemarin.

Menurut Tarmuji, saat ini pihaknya hanya memiliki 112 penyuluh terdiri dari tenaga Pegawai Negeri Sipil (PNS), 54 Tenaga Harian Lepas (THL) dan Tenaga Kerja Sukarela (TKS), yang tersebar di 16 kecamatan. “Ya, kita ada 241 desa, idealnya satu desa satu penyuluh,” paparnya.

Tarmudi menambahkan, rata-rata penyuluh melayani 2-3 desa guna memberikan penyuluhan untuk sektor sawah dengan luasan 55 ribu ha, perkebunan sayur, karet sawit dengan luasan 80 ribuan ha.

Sementara, sambungnya, untuk penyuluh perikanan hanya lima tenaga padahal  lahan perikanan sungai kolam lebak memiliki luasan 2.600km

“Idealnya satu penyuluh satu desa baik pertanian dan perikanan. Sekarang satu penyuluh rata-rata melakukan pembelajaran terhadap petani dengan luasan 500 ha, Meski begitu kita tidak berputus asa untuk itu kita  mengangkat penyuluh swadaya dari APBD sebanyak delapan orang,” kata Tarmuji.

Di samping itu, masih katanya, untuk meningkatkan ilmu pengetahuan tenaga penyuluh, pihaknya juga mengirim pelatihan kerjasama dengan Kementrian Pertanian dan Balai Pelatihan Pertanian Lampung dan Balai Pengembangan SDM (BPSDM), dan Diklat Penyuluh Lapangan.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan guna peningkatan produksi pertanian, perkebunan, perikanan yang berujung pada kesejahteraan rakyat

“Tahun ini untuk penerimaan CPNS kita juga usulkan formasi tenaga penyuluh. Selain itu guna peningkatan SDM petani kelompok, kita melakukan pelatihan di tingkat kecamatan tutor dari dinas pertanian. Bahkan saat Penas Nasional di Malang  petani teladan OI seperti Muslim Yunus asal Tanjung Batu dan petani Muarakuang Tarzan mendapatkan penghargaan dari presiden karena membuat pupuk organik dan pestisida organik,” pungkasnya.

 

Teks   : Junaedi Abdillah

EDITOR  : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster