Masa Tenang Atribut Capres Masih Terpasang

 261 total views,  2 views today

Terlihat baliho capres dan cawapres yang masih terpasang di Kayuagung.

Terlihat baliho capres dan cawapres yang masih terpasang di Kayuagung.

KAYUAGUNG – Meskipun Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menginstruksikan bahwa masa tenang menjelang pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2014 mulai dilaksanakan pukul 00.00 WIB, Ahad (6/7), namun sejumlah baliho ini masih nampak terpasang di dalam kota Kayuagung.

Pantauan di lapangan, sejumlah baliho dengan ukuran besar terlihat masih  terpasang di space iklan milik Pemkab OKI, tidak hanya di satu tempat namun setidaknya ada 4 lokasi baliho dalam ukuran besar ini terlihat masih terpasang, kesemuanya bergambar pasangan nomor urut 1 (Prabowo-Hatta,red)  terlihat masih terpasang dibeberapa titik strategis diantaranya, didepan kantor pemkab OKI, baliho didepan RSUD Kayuagung, Baliho disimpang Sidakersa Jalan Yusuf Singedekane dan di Simpang Srikelang Cintaraja Kayuagung dan didepan pasar pagi Kayuagung.

Padahal seyogianya, atribut ini sudah harus dibersihkan mengingat sudah masuk masa tenang Pilpres 2014 setelah sebelumnya para capres dan cawapres telah melewati masa kampanye selama satu bulan untuk mempromosikan diri, visi dan misi mereka kepada rakyat Indonesia.

Sementara  beberapa atribut lainnya yang dipasang dipinggir jalan dan mudah dijangkau berupa spanduk, bendera, baliho, umbul-umbul tampak sudah bersih dan dibongkar baik oleh masing-masing tim sukses pasangan no urut 1 Prabowo Subianto  – Hatta Rajasa dan nomor urut 2 Joko Widodo – Yusuf Kalla, maupun Panwaslu dan jajaran.

Ketua Panwaslu OKI, M Fachruddin mengungkapkan, sebelumnya pihaknya sudah mengeluarkan surat rekomendasi  kepada pimpinan partai politik, tim pemenangan calon presiden, KPU Kabupaten OKI dan Pemkab OKI melalui  kantor satuan polisi pamong praja untuk segera menertibkan atribut kampanye.

“Sebelumnya kita sudah menghimbau kepada parpol pengusung maupun tim sukses untuk membongkar Alat Peraga Kampanye (APK) masing-masing, namun karena masih ada yang belum ditertibkan hingga masuk waktu tenang akhirnya kita bongkar bersama dengan tim Satpol PP tadi malam,” ujarnya.

Diakuinya memang ada beberapa APK yang belum dibongkar karena alasan keamanan, sebab jika dilepas siang hari dikhawatirkan adanya aliran listrik yang ada di baliho tersebut akan menyetrum petugas yang melepasnya.

“Memang saya sudah sampaikan kepada Satpol PP, tetapi lebih kepada asalan keamanan karena malam takut kesetrum, namun nanti semuanya akan dilepas,” ujar Fachruddin.

Pihaknya menghargai inisiatif warga yang ingin menjaga daerahnya  terlihat bersih dan indah pada masa tenang dengan mencopot sendiri APK yang ada di sekitar wilayahnya.

“Saat ini petugas Satpol PP juga tengah menyisir seluruh APK yang terpasang di dalam wilayah Kabupaten OKI dan saat ini sedang bertugas di daerah Kecamatan Jejawi dan SP Padang dan sekitarnya,” ungkapnya.

Menurutnya selama masa tenang ini pihaknya sudah memerintahkan seluruh Panwascam di 18 kecamatan di OKI agar bekerjasama dengan Trantib Kecamatan untuk melepas paksa APK yang masih terpasang.

“Kami sudah berulang kali menghimbau semua pihak termasuk warga, agar melapor ke Panwascam dan Panwaslu bila melihat ada pelanggaran Pemilu. Namun laporan harus disertai dengan bukti-bukti akurat sehingga bisa diproses,” harap Fachruddin.

Selain itu panwaslu juga sedang melakukan penguatan internal terutama terhadap para PPL yang bertugas di 18 kecamatan dalam Kabupaten OKI untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Terkait beredarnya isu “Serangan Fajar” yang saat masa tenang, pihaknya meminta kepada masyarakat dapat melaporkannya kepanwaslu jika terjadi prektik tersebut namun tentu saja harus dibarengi dengan bukti-bukti.

Terpisah, Kasat Pol PP OKI, Pratama Suryadi mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan penertiban berbagai APK Capres dan Cawapres yang masih terpasang, namun untuk yang berada di Posko Pemenangan, kantor Parpol tetap tidak dibongkar.

“Sekarang kita sedang bekerja dan semuanya akan kita turunkan dan kita tidak akan tebang pilih, namun karena jumlah petugas kita terbatas tentu tidak bisa dengan cepat, kami menghimbau kepada para tim sukses maupun partai pengusung kiranya dapat melepas APKnya masing-masing,” katanya.

 

TEKS    : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster