Lagi Korban Invenstasi Bodong Bertambah

 385 total views,  2 views today

Ilustrasi Investasi

Ilustrasi Investasi

PALEMBANG – Untuk kesekian kalinya korban investasi bodong CV Smart Sentosa Mandiri (SSM), mendatangi sentral pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan, Minggu (6/7) kemarin.

Keduanya melapor setelah merasa ditipu oleh pemilik berinisial AS (DPO). Dari kedua korban yang melapor, AS sudah melarikan uang investasi dengan nilai Rp60 juta. Kemungkinan besar, jumlah itu akan bertambah karena investor di SSM sudah puluhan.

Kedua pelapor yang diketahui bernama Aisyah (40) dan Asmadi ini berharap AS bisa segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Tertera dalam surat laporan, Aisyah dan Asmadi menanam modal di CV SSM pada 17 Maret 2011. Keduanya mengetahui keberadaan SSM setelah mendengar informasi dari teman dan juga iklan selebaran.

Keduanya lalu mendatangi langsung kantor SSM, yang berlokasi di Jalan Trikora, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, untuk bertanya lebih lanjut tentang SSM yang menjanjikan bagi hasil jika menjadi investor kantor itu.

“Di sana, kami disambut oleh AS dan beberapa teman-temannya. Apa yang diiklankan tentang bagi hasil itu benar dan akan mendapat keuntungan sesuai modal yang ditanam,” kata Asmadi dan Aisyah, seperti tertera di surat laporan yang dibuat keduanya.

Mendengar ucapan AS, Asmadi dan Aisyah mulai tertarik untuk menanamkan modal. Keduanya lalu memutuskan untuk menanam modal di SSM yang diurus oleh AS. Aisyah menginvestasikan uangnya senilai Rp10 juta dan dijanjikan AS akan mendapatkan keuntungan senilai Rp250 ribu tiap pekan selama periode enam bulan.

Sementara Asmadi menanamkan modal jauh lebih besar dengan Aisyah. Warga Jl HM Ryacudu Lorong Tangga Panjang SU I Palembang itu menanam modal di SSM senilai Rp40 juta dan dijanjikan mndapat keuntungan Rp4 juta setiap pekan dalam periode enam bulan.

“Namun, sampai saat ini, sepeser pun tidak kita terima. Keberadaan AS dan teman-tean juga sudah tidak bisa diketahui lagi, sementaa kantor SSM sudah tutup dan dibiarkan tanpa penghuni,” kata Asmadi, yang diiyakan oleh Aisyah.

Baik Asmadi dan Aisyah yakin sudah banyak korban penipuan SSM. Soalnya, saat keduanya menanamkan modal di SSM terlihat beberapa masyarakat lain yang juga menanamkan modal di sana.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padakova, suda menerima laporan Asmadi dan Aisyah pada berkas yang terpisah. Saksi dan bukti yang diajukan juga sudah didalami.

“Kita akan mencari keberadaan terlapor. Jika memang sudah sesuai seperti yang dilaporkan, akan diproses sesua hukum yang berlaku,” kata Djarod.

 

TEKS      :  Oscar Ryzal

EDITOR    : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster