Bawaslu Ingatkan KPU Packing dan Distribusi Harus Clear

 269 total views,  2 views today

KPU OKI  sedang menyortir logistik Pemilihan Presiden.

Proses Penyortiran Logistik Pemilihan Presiden.

PALEMBANG – Dua hari menjelang pemungutan suara, 9 Juli, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel  mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel untuk memastikan tidak ada lagi persoalan logistik.

KPU menurut Ketua Bawaslu Sumsel, Andika Pranata Jaya, harus memastikan proses packing dan distribusi surat suara clear.  “Artinya, jangan ada lagi sisa surat suara di kantor KPU kecuali surat suara untuk Pemilu ulang.  Jika ada kelebihan surat suara, maka harus dimusnahkan, “ kata Andika dibincangi, kemarin saat diskusi bertajuk perlunya relawan mandiri di Hotel Aston, Palembang.

Ia menerangkan, surat suara dicetak dan dikirim berdasarkan jumlah pemilih yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT), plus surat suara cadangan dan surat suara untuk Pemilu ulang.  Karenanya jika KPU, sudah menyelesaikan proses packing dan distribusi, artinya semua surat suara sudah di distribusikan dan tidak ada surat suara sisa.

Jika ada, artinya KPU masih ragu dengan packing yang sudah dilakukan. Karena itu, ini harus diselesaikan. Jika sudah, surat suara sisa harus dimusnahkan sebelum H-1, tegas Andika.

Andika menerangkan, Bawaslu sangat mewaspadai H-3 sampai H+3 Pilpres. Sebab masa-masa itu, adalah masa-masa rawan. Karenanya semua Sumber Daya Manusia (SDM) di Bawaslu, mulai dari Panitia Pengawas Lapangan (PPL), Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) sampai anggota dan staf  Bawaslu dikerahkan untuk melakukan pengawasan dan monitoring.

Namun jumlah SDM kami, belum bisa mencover pengawasan ke semua Tempat Pemungutan Suara (TPS). Karenanya peran masyarakat, untuk mengawasi masing-masing TPS nya sangat diharapkan, ucapnya.

“Dalam simulasi perhitungan suara yang kami lakukan, waktu untuk perhitungan suara Pilpres di TPS tidak akan lama. Jam 16.00 WIB-17.00 WIB, kita prakirakan selesai, karenanya masyarakat bisa ikut mengawasi. Foto hasil rekapnya, upload ke media sosial. Sehingga peluang kecurangan semakin kecil, “ ujarnya.

Andika menambahkan, Bawaslu dan KPU sudah ada kesepakatan untuk menyelesaikan semua persoalan di lapangan. Artinya, jika ada masalah di TPS, maka penyelesaiannya langsung di TPS dan seterusnya. Sehingga saat rekap di kabupatẽn kota dan provinsi tidak ada masalah lagi.

Apakah Bawaslu, sudah memetakan daerah-daerah rawan di Sumsel ? Menurut Andika, ada beberapa kabupaten dan kota yang menjadi perhatian dan selama ini termasuk daerah rawan yakni Musi Rawas (Mura) dan Empat Lawăng. “Daerah perairan, juga kita waspadai seperti Banyuasin, Musi Banyuasin dan Ogan Ilir (OI),” tukasnya.

 

TEKS              : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster