Aktivitas Tim Pemenangan Dimasa Tenang, Dari Konsolidasi Hingga Perkuat Saksi

 

PALEMBANG – Selama masa tenang berlangsung, masing-masing tim pemenangan pasangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) baik  Prabowo-Hatta maupun Joko Widodo (Jokowi)- Jusuf Kalla (JK), memilih untuk melakukan konsolidasi hingga memantapkan saksi.

Konsolidasi ini kata Bendara Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Sumsel, Yudi F Bram, dilakukan agar pasangan jagoan mereka meraih suara signifikan pada Pemilihan Presiden (Pilpres), 9 Juli mendatang.

“Konsolidasi ini untuk merapatkan barisan, agar pada pemungutan suara nanti kita tidak terjadi kecolongan,” kata Yudi yang dibincangi usai nonton bareng debat capres-cawapres di Bukit Corner, Sabtu malam (6/6).

Menurut Yudi, pihaknya yakin pasangan Prabowo-Hatta akan meraih suara yang signifikan pada pemilu nanti. Karena Hatta Rajasa adalah asli orang Sumsel, sehingga masyarakat Sumsel tentu akan mendukung salah satu putra terbaiknya menjadi wapres pada priode mendatang.  “Kita berharap suara pasangan nomor urut 1 tinggi, dan kita yakin akan memperoleh suara diatas 60 persen, karena respon masyarkat Sumsel selama ini sangat tinggi,” klaimnya.

Dijelaskan politisi PAN, selama masa tenang berlangsung pihaknya akan melakukan pelatihan terhadap saksi dari kader partai koalisi yang akan bertugas melakukan pengawasan penghitungan suara di tempat pemungutan suara nanti (TPS).

“Tidak hanya saksi, namun kita juga akan menempatkan relawan. Hal ini tidak lain, untuk mengantisipasi akan terjadinya kecurangan yang akan dilakukan oleh oknum tidak bertangungjawab,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel, Darmadi Djufri mengaku selama masa tenang ini seluruh kekuatan partai koalisi dan relawan siaga satu, untuk mengantisapasi terjadinya kecurangan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab.  “Masa tenang ini,  rawan akan terjadinya kecurangan pemilu. Karenanya, dilakukan untuk mengantisipasi akan terjadinya yang tidak diinginkan,” jelas Darmadi.

Selain melakukan pengawasan, pihaknya juga memonitor para pemilih yang belum  terdaftar sebagai pemilih di tempat Pemungutan suara (TPS), karena jika masih banyak masyarakat yang belum terdaftar tentu akan merugikan masyarakat untuk menyuarakan hak demokrasinya. “Paling tidak dengan melakukan kontrol ini, pendukung Jokowi dapat menyuarakan aspirasi politiknya,” ujarnya.

Darmadi juga mengklaim pihaknya akan menerjunkan saks disetiap TPSW, tidak hanya itu saja, namun juga menerjunkan relawan dan pemantau di setiap TPS, hal ini tidak lain untuk mengantisipasi akan terjadinya kecurangan.

 

TEKS              : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR          : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com