“23 Tahun Kami tak Dapat Gantirugi”

 324 total views,  2 views today

KAYUAGUNG – Sebanyak 50 warga Desa Mekar Wangi, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) gelar aksi demo ke kantor DPRD setempat. Mereka menuntut lahan seluas 316 hektar atau 158 kepala keluarga yang digarap PT Aek Tarum (Grup PT Sampoerna Agro) di mana sejak 23 tahun belum pernah diganti rugi.

Rombongan warga ini diterima anggota Komisi 1 DPRD Ir Sujarwo, A Hamid Baki, SH, M Teguh,  H M Rasyid Oemar, Juni Alpansuri, Marzuna,  Kabag Pertanahan Suhaimi, dan staf BPN OKI, Kabag Hukum Hulmini.

Koordinator aksi  H Sutiyono menyebutkan, lahan transmigrasi mereka di buka warga sejak 1988 lengkap surat SKT Camat tahun 1989 dan 1990 yang ditanda tangani Camat Drs Gusmaran dan Kades Mekar Wangi saat itu Wakimin. Lahan tersebut ditanami padi dan tanaman holtikultura lainnya.

Namun, setelah beberapa tahun kemudian ditanami padi dan tanaman lainnya. Pihak perusahaan menawarkan lahan warga agar dijadikan kebun trans PIR kelapa sawit. Mendapat tawaran itu, warga menyambut baik karena hasil tanaman padi selama ini ditanam warga hasilnya kurang memuaskan karena banyak diserang hama.

Atas dasar itulah, akhirnya pihak perusahaan mengajak warga mengadakan pertemuan dan hasilnya warga menerima usulan perusahaan agar lahan warga dijadikan kebun trans PIR kelapa sawit. Dan, akhirnya pada 1991, pihak perusahan langsung melakukan penanaman kelapa sawit.

Tahun 1993, warga mempertanyakan kebun tersebut pada perusahaan, karena kebun sudah dibangun, tapi warga belum di data kepemilikannya. Usai ditanyakan, pihak perusahaan menjawab bahwa lahan milik warga sudah di ganti rugi perusahaan kepada warga setempat atas nama Sujito dan Yatin CS disaksikan saat itu Camat A Nawawi Kholil, Kadesnya dijabat Poniman, serta sudah dibuatkan SKTnya.

Karena itulah warga menjadi emosi dan menyangkal bahwa warga tersebut baik Sujito maupun Yatin tidak pernah menerima ganti rugi dan tanda tangan dan SKT yang dibuat camat A Nawawi Kholil dan kades Poniman.

“Saya tak pernah menerima ganti rugi tanah dari perusahaan dan itu fiktif,” kata Sujito dan Yatin, beberapa hari lalu.

Ucap Sutiyono, selama ini pihaknya sengaja belum mengadu ke DPRD, karena perusahaan akan menyelesaikannya.

“Namun kesabaran kami ada batasnya dan kami segera akan menduduki lahan tersebut dan menyetop perusahaan memanen buah sawit sebelum masalah ganti rugi selesai,” ancamnya.

Kabag Pertanahan Setda OKI yang juga Sekretaris Tim penyelesaikan sengketa lahan, Suhaimi, berjanji akan menyelesaikan tuntutan warga. Karena itu, warga diminta melaporkan tuntutan baik kelengkapan surat barang bukti kepemilikan maupun lainnya kepada tim. Dalam waktu dekat ini, tim kabupaten akan turun ke lapangan serta meminta pada warga untuk menunda aksi menduduki lahan tersebut karena saat ini dalam suasana bulan puasa dan menjelang Pilpres.

Anggota Komisi 1 DPRD OKI, Ir Sujarwo juga berjanji akan memanggil pihak perusahaan dan agar perusahaan tidak melakukan kegiatan pemanenan di lahan sengekta tersebut.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster