PU Bina Marga Pastikan Jalan TAA Rampung

 181 total views,  2 views today

Kondisi jalan menuju Pelabuhan Tanjung Api api yang rusak parah, beberapa waktu lalu. keluhan pengguna jalan akan segera usai setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan perbaikan jalan tersebut, akan segera di tuntaskan tahun ini juga. Dan perbaikannya, dianggarkan dana mencapai Rp 95 miliar. Foto : Bagus kurniawan/KS

Kondisi jalan menuju Pelabuhan Tanjung Api api yang rusak parah, beberapa waktu lalu.  | Foto : Bagus kurniawan/KS

PALEMBANG – Salah satu infrastruktur vital yang akan menunjang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api Api (TAA), adalah jalan. Dinas PU Bina Marga (BM) Sumsel mengklaim jalur akses kawasan sepanjang 68 kilometer tersebut, akan segera rampung diperbaiki oleh pihaknya .

Kepala Dinas PU BM Sumsel, Rizal Abdullah mengatakan, keoptimisan tersebut lantaran Raperda tentang Pengikatan Anggaran dengan Sistem Tahun Jamak telah disahkan DPRD Sumsel menjadi Perda. Dengan begitu, keinginan pihaknya memperbaiki titik-titik rusak disana, juga terwujud.

“Kita juga sebelumnya sudah susun dokumen tendernya, jadi tak ada lagi masalah, targetnya paling lambat Agustus mendatang perbaikannya akan segera dimulai,” kata Rizal saat dibincangi di Griya Agung, Jumat (4/6).

Rizal menerangkan, perbaikan jalannya sendiri memang memerlukan waktu yang lama. Pasalnya, titik kerusakan terbilang menyebar di sepanjang jalan. Oleh karena itulah dana yang dibutuhkan untuk perbaikan jalan ini, menyerap anggaran mencapai Rp 95 miliar.

“Perbaikan ini sendiri memang sangat penting untuk KEK TAA, jika infrastruktur sudah sangat baik, maka investor sendiri akan semakin banyak yang berdatangan. Dengan begitu, bisa memacu pertumbuhan perekonomisan Sumsel,” ungkap Rizal.

Berdasarkan rencana yang ada, jalan non status ini akan diusulkan Pemprov Sumsel untuk menjadi jalan nasional. Namun, untuk sementara waktu  pihaknya tetap melakukan perawatan meski tidak memiliki kewajiban mengikat lantaran memang kepemilikikan jalan itu masih belum ditentukan.

“Jalan non status itu tanggung jawab bersama. Jadi siapapun wajib melakukan pengawasan, tidak hanya nasional, provinsi dan kota juga perlu menjaganya. Apalagi, jalan itu menjadi prioritas kita yang dapat bersumbangsih besar meningkatkan perekonomian di Sumsel,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster