Polisi Periksa Kadin PU OKUS Selama 8 Jam

 288 total views,  2 views today

polisi

PALEMBANG – Terkait tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek pembangunan Jalan Jagaraga Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Kepala Dinas (Kadin) Pekerjaan Umum (PU) OKUS, Sudirman kembali menjalani pemeriksaan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan Sumsel, Kamis (3/7) lalu.

Sudirman menjalani pemeriksaan oleh penyidik Tipikor selama delapan  jam, sejak pukul 09.00 WIB. Ia baru usai diperiksa ketika azan Shalat Ashar dikumandangkan. Namun, tidak diketahui berapa pastinya pertanyaan yang diberikan kepada Sudirman.

Usai menjalani pemeriksaan, Sudirman sempat menunaikan ibadah shalat Ashar di Masjid As-Sa’dah Mapolda Sumsel. Namun, pria berkacamata ini tidak berkomentar apa-apa saat ditanya terkait pemeriksaan yang ia jalani.

Direktur Ditreskrimsus olda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Eddy Urwatmo, melalui Kasubdit III Unit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Imran Amir, Sudirman memang menjalani pemeriksaan terkait dugaan tipikor proyek pembangunan Jalan Jagaraga OKU Selatan.

Ini merupakan pemeriksaan yang kesekian kalinya dilakukan terhadap Sudirman. “Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi berkas sebelum diserahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel. Ini bukan pemeriksaan yang pertama terhadap Sudirman,” kata Imran, Jumat (4/7) kemarin.

Ketika ditanya berapa pertanyaan yang disodorkan kepada Sudirman, Imran tidak memberikan angka yang pasti. Ia hanya mengatakan pertanyaan yang diberikan kepada Sudirman lebih dari dua pertanyaan.

Usai pemeriksaan ini, masih kata Imran, berkas pemeriksaan terhadap Sudirman rencananya akan diserahkan ke Kejati Sumsel untuk diperiksa. Jika dinyatakan lengkap, maka Sudirman akan dilimpahkan ke pihak Kejati Sumsel berikut dengan barang bukti yang disita.

“Dia koperatif saat menjalani pemeriksaan. Dia juga datang tepat waktu. Semoga saja berkasnya bisa segera dinyatakan lengkap oleh pihak Kejati Sumsel sehingga proses pemeriksaan tidak memakan banyak waktu,” kata Imran.

Diungkapkan Imran, pemeriksaan yang dilakukan kepada Sudirman merupakan perkembangan dari tersangka Maulana yang merupakan salah satu tersangka lain dari tindak tipikor pembangunan Jalan Jagaraga OKU Selatan.

Menurut keterangan Maulana, Sudirman turut menerima aliran dana proyek pembangunan Jalan Jagaraga OKU Selatan itu. Begitu diambil keterangan, Sudirman terbukti ikut menikmati uang proyek pembangunan Jalan Jagaraga hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam proyek pembangunan Jalan Jagaraga OKU Selatan, lanjut Imran, merupakan pemegang kuasa penuh anggaran pembangunan proyek. Ini sesuai dengan posisinya, yakni Kepala Dinas PU OKU Selatan.

Sementara untuk temuan tersangka lanjutan, Imran mengatakan pihaknya masih menunggu fakta baru di persidangan. Proyek pembangunan Jalan Jagaraga diduga fiktif karena mulai dari pengumuman lelang hingga pelaksanaan proyek tidak ada yang berjalan.

Proyek pembangunan Jalan Jagaraga menggunakan APBD tahun 2011 senilai Rp 36 miliar. Kerugian negara mencapai Rp 9 miliar lebih berdasarkan penghitungan BPKP Sumsel.

Sebelumnya, sudah ada tiga tersangka dugaan tipikor proyek pembangunan Jalan Jagaraga OKU Selatan. Ketiganya yakni  Maulana sebagai rekanan, Burhaenedi (PPTK), dan Khairul Amri (PPK) kini sudah menjalani sidang di PN Tipikor Palembang.

 

TEKS: Oscar Ryzal

EDITOR: SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster