Jalan Pulau Panggung Minim Penerangan

 195 total views,  2 views today

 

MUARAENIM – Jalan utama menuju Desa Pulau Panggung, Kecamatan Tanjung Agung, sangat minim penerangan jalan. Akibatnya, setiap malam jalan sepanjang sekitar dua kilometer menuju desa tersebut, sangatlah gelap dan tidak ada lampu yang menerangi jalan.

Masyarakat yang bermukim di desa tersebut, sangat menginginkan adanya lampu jalan. Sehingga suasana malam disepanjang jalan, menjadi terang dan tak tampak tidak menyeramkan.

Keinginan untuk memiliki lampu jalan, sudah pernah diusulkan warga melalui pemerintah desa ke Pemkab Muaraenim, namun sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya. Eko  (30), salah satu warga Desa Pulau Panggung menyebut masyarakat menginginkan jalan menuju desa mereka mulus dan terang di malam hari.

Sehingga kata dia, masyarakat tidak lagi was-was saat melintas di malam hari.  “Pasti gelap nian jalan ini, kalau malam hari. Lihatlah kak, setiap tiang PLN tidak ada lampunya. Padahal ini jalan utama Desa Pulau Panggung, lebih 2700 jiwa yang tinggal di dalam desa ini,” kata Eko, Jumat (8/7).

Ia menambahkan, penerangan jalan itukan sangat penting. Terlebih jalan ini, adalah jalan satu-satunya penghubung desa dengan kota seperti ke Kota Tanjung Enim dan Kantor Camat Tanjung Agung.

Tidak menutup kemungkinan, kata dia, warga sering melakukan aktivitas pada malam hari di jalan ini. Ia berharap ada perhatian dari pemerintah, untuk mengupayakan penerangan di Jalan Desa Pulau Panggung.  “Jalan disini sudah bagus, tetapi masih kurang lampu jalan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Pulau Panggung melalui Sekretaris Desa, Pahrul menyebut sebelumnya pemerintah desa sudah mengusulkan ke pemkab untuk penerangan jalan.

Akan tetapi karena usulannya tersebut sudah lama sekali, sehingga membuat pihaknya belum menindaklanjuti kembali.  Kedepan ini pemerintah desa akan melakukan usulan kembali kepada Pemkab Muaraenim. “Dulu pernah kita usulkan, akan tetapi sudah lama sekali. Nanti akan kita usulkan lagi,” ungkap Pahrul.

Ia menambahkan, selama ini anggapan masyarakat luar datang ke desanya sangat menyeramkan, pada malam hari. Selain jalan yang gelap, mereka juga takut jika daerah tersebut rawan kejahatan di malam hari. Warga menganggap jika daerah sepi dan gelap itu rawan krimininalitas.

“Tanggapan orang luar, memang daerah kita ini seram di malam hari. Tetapi selama ini belum ada kejadian kejahatan. Paling warga kita takut, ketika sedang berjalan tiba-tiba ada babi hutan melintas,” tukasnya.

 

TEKS              : SISWANTO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster