Dugaan Korupsi Pembukaan Lahan Kebun Karet, Warga Dua Desa Mengadu ke Kejari

 297 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

MUARAENIM – Diduga ada indikasi korupsi, pada proyek pembukaan kebun karet di Dinas Perkebunan (Disbun), yang diberikan kepada Kelompok Tani (Koptan) di Desa Gunung Raja dan Desa Pagar Gunung, Kecamatan Lubai.

Indikasi terjadinya korupsi dalam pembukaan kebun karet tersebut dilaporkan kelompok tani Desa Gunung Raja ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Muaraenim. Dadang (35), salah satu anggota Koptan Sekundang IV, Desa Gunung Raja menyebut, koptan nya adalah salah satu koptan yang mendapatkan bantuan pembukaan kebun karet, yang pembukaannya didanai dari bantuan pemerintah pusat pada 2013 lalu.

“Ada 25 orang anggota di Koptan Sekundang IV. Harusnya sesuai proposal, pertamakali, kami mendapatkan bantuan Rp 1,3 juta per anggota untuk biaya pembukaan lahan. Tetapi dana itu, tidak pernah kami dapatkan,” terangnya.

Hal itu sebutnya, ditanyakannya kepada Ketua Koptan Sekundang IV, Mahlil melalui pesan singkat atau short message service (SMS). Dari jawaban yang ia terima, dana bantuan hanya didapatkan untuk lahan yang sudah dibersihkan sementara lahannya sendiri memang belum dibersihkan.

“Tapi, anehnya ada anggota lain yang tidak ada lahan, malah mendapatkan bantuan. Setelah ditanyakan lagi masalah ini, Ketua Koptan Sekundang IV menyebut itu urusan pemerintah,” jelasnya.

Hal senada dikatakan anggota Koptan Sekundang IV lainnya, Dadang. Menurutnya, tidak hanya dana untuk membuka lahan yang tidak didapatkan, ia juga tidak mendapatkan bantuan pupuk dan bibit karet sebanyak 500 batang.

“Anehnya tiga anggota lainnya yakni Asinawati, Arwin dan Munandar, mereka mendapatkan bantuan bibit karet tetapi tidak ditanam. Berarti mereka tidak memiliki lahan sama sekali, kenapa mereka mendapatkan bantuan,” tanyanya.

“Kemudian berdasarkan SK dari Disbun Muaraenim Nomor 34/kpts/bun-3/2013, ada tiga warga yang menerima bantuan ini. Tapi setelah pencairan, namanya tidak menerima bantuan yang diberikan koptan. Malah diganti dengan orang lain, yakni Subhi, Romlan dan Yitno,” terangnya.

Tiga orang yang mendapatkan bantuan tersebut jelas Dadang, adalah pegawai UPTD Perkebunan di Lubai. “Ini yang saya herankan, saya berharap pihak terkait dalam hal ini Kejaksaan bisa mengusut kasus ini secara tuntas,” harap Dadang.

Hal yang sama juga dialami, Andre (39), warga Desa Pagar Gunung, Kecamatan Lubai. Ia  menyebut proyek pembukaan lahan karet di desanya dilakukan 2012 lalu. Namun terangnya, namanya tidak masuk sama sekali sebagai anggota koptan di desanya, sehingga tidak mendapatkan dana bantuan sama sekali. Padahal dana untuk pembukaan lahan kebun karet itu sebutnya, mencapai Rp 526 juta.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Muaraenim, Adhiyaksa Darma Yuliano saat dikonfirmasi, membenarkan adanya pengaduan masyarakat tentang proyek pembukaan lahan kebun karet bantuan pemerintah di Desa Gunung Raja dan Desa Pagar Gunung tersebut.

“Laporan itu, akan kita pelajari dulu, diteliti lebih lanjut. Apakah memenuhi syarat untuk penyelidikan atau tidak. Tetapi aspirasi yang disampaikan masyarakat kita terima, dengan baik, nanti akan kita tindak lanjuti,”  tukasnya.

TEKS              : SISWANTO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster