Dinkes OI : Kami Hanya Membina, Tidak Menyita

 130 total views,  2 views today

INDRALAYA – Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir (OI), menyatakan pihaknya hanya bisa memberikan pembinaan dan tidak bisa menyita barang atau makanan yang didapati mengandung formalin atau zat lainnya yang bisa merusak kesehatan masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan, Kosasi melalui Kabid Farmakmin Dinkes OI, Edi Rahman, prihal banyaknya makanan yang beredar di Pasar Beduk mengandung formalin, Jumat (4/7) kemarin.

Meski tidak bisa menindak langsung, sambung Edi Rahman, namun pihaknya terus melakukan penyuluhan, pembinaan dan turun langsung ke lapangan, kepada pedagang agar tidak menjual makanan yang mengandung zat formalin.

“Bukan hanya kepada para pedagang, usaha sudah dilakukan kepada pihak distributor dan kepada konsumen langsung,” jelasnya.

Edi Rahman menambahkan, di lapangan kerap ditemukan pelaku industri, pedagang yang pura-pura tidak mengetahui bahaya tersebut.

“Banyak pedagang dan pelaku industri pura-pura tidak tahu. Ini yang sulit, tapi kami terus melakukan penyuluhan,” ujarnya.

Mengenai formalin, masih kata Edi, para pedagang kerap memberikan zat formalin yakni dengan memasukan pada adonan saat akan membuat bahan makanan.

Setelah makanan dibuat lalu direndam atau dicuci dengan air yang telah dicampur zat formalin. Begitu juga pewarna makanan bahaya juga sering dilakukan oknum pedagang nakal,” katanya.

Pihaknya berharap, pedagang untuk tidak lagi menggunakan zat berbahaya seperti formalin, borak dan lainnya untuk dicampurkan pada bahan makanan. “Efeknya sangat bahaya. Untuk konsumsen juga harus ekstra hati-hati dan memilih makanan yang baik,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM), Sumatera Selatan bersama Dinas Kesehatan melakukan sidak ke pedagang di Pasar Bedug, di Komplek Persada Indralaya.
Dalam sidak yang dipimpin oleh Agustini tersebut, dari 19 macam makanan, ditemukan delapan makanan positif mengandung formalin. Makanan tersebut seperti mie kuning, pempek tahu, tahu dan lain-lain.

 

Teks   : Junaedi Abdillah

EDITOR: SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster