Alokasi Anggaran Dinkesos Kota Palembang Sangat Minim

13 total views, 3 views today

Anak Jalanan (Anjal) Sedang Meminta-minta di Jalan | Bagus Park

Anak Jalanan (Anjal) Sedang Meminta-minta di Jalan | Bagus Park

Sepanjang tahun 2013 Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkesos) Kota Palembang membina 64 anak jalanan (anjal) dan orang terlantar, yang kini ditempatkan di panti-panti rehabilitasi untuk mendapatkan pembinaan mental, ujar salah seoarang staf di Dinas Kesejahteraan Sosial Palembang yang tak bersedia disebutkan namanya beberapa waktu lalu.

Menurut dia, jumlah anak jalanan yang berhasil diinventarisir mencapai 323 orang, namun oleh karena keterbatasan anggaran maka secara bertahap anak-anak jalanan itu dibina dan disalurkan ke panti yang ada termasuk yang ditangani swasta.

“Jika tidak ada bantuan dari panti swasta, maka tidak sepenuhnya anak-anak jalanan itu kita tangani,” katanya.

Ke-64 anak jalanan yang dibina itu, mereka kini telah memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan sekolah SD, SMP, dan SMU. Sedangkan anak-anak jalanan yang belum memperoleh kesempatan sekolah secara bertahap akan tetap menjadi perhatian pihaknya.

Tunggu bantuan bank dunia

Sisa dari 64 anak jalanan yang saat ini kita mukimkan ke panti selanjutnya untuk pembinaan lebih lanjut kepada mereka, pihak Dinkesos masih menunggu kucuran dana dari pemerintah kota maupun dari Bank Dunia sebagai donatur, kata Wimpi.

Panti asuhan yang merupakan tempat pembinaan anak-anak jalan tersebut bernama PKAN (Panti Rehabilitasi Anak Nusantara) yang kini menampung anak-anak jalanan dan orang-orang yang tak mampu.

Tahun 2014 ini, pihaknya mendapat tugas untuk melakukan pembinaan terhadap 27 persoalan sosial di masyarakat, salah satunya adalah anak jalanan dan PSK (Pekerja Seks Komersial).

Pihaknya berharap perhatian pemerintah kota Palembang untuk menambah anggaran operasional dan pembinaan terutama anggaran yang dialokasikan untuk operasional sehari-hari.

Sebab menurut dia, sejak beberapa tahun terakhir ini Dinkesos selalu mendapat anggaran yang sangat minim, sehingga untuk melakukan kegiatan operasional di lapangan sering mendapat hambatan.

Meski Dinkesos merupakan salah satu institusi yang berhubungan langsung dengan lapisan masyarakat penyandang sosial, namun dana yang dikucurkan pemerintah terlalu kecil dan terbatas.

 

TEKS: ALAM TRIE PUTRA

EDITOR: SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com