Pelaksanaan MTQ Internasional akan Diramaikan 15 Negara

 215 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Pemprov Sumsel terus merampungkan rencana penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Internasional. Sebagai tuan rumah, Sumsel telah mendapatkan sinyal, keikutsertaan dari 15 negara peserta.

“Hingga hari ini, baru sebanyak itu yang menyatakan kesiapannya. Tentu kita masih menunggu kesediaan dari negara lain. Mereka tetap kita undang, apakah mengirimkan utusannya,”  kata Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LTQ) Sumsel, Ahmad Najib, usai rapat lanjutan persiapan MTQ Internasional Sumsel di Kantor Pemrov, Kamis (3/7).

Menurut Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) ini, perhelatan akbar ini resmi dibuka pada 23-27 September mendatang. Dijadwalkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),  akan membuka kegiatan tersebut.

“Karena ini antar negara, jadi semua duta besar (Dubes) dari negara yang dipastikan ikut serta, juga akan hadir. Bahkan jumlah itu bisa bertambah karena memang banyak yang ingin datang ke Sumsel,” ujarnya.

Untuk pembukaannya sendiri, akan mendengarkan ayar suci Alquran dari peserta Maroko, yang merupakan juara MTQ sebelumnya. Pihaknya juga mengundang Wali Band dan Bimbo, serta penyanyi relegius asal Swedia, Maher Zein.

Tak hanya itu, sebagai tuan rumah, Sumsel menjamin keabsahan seluruh peserta baik itu qari maupun qari’ah yang akan bertanding. Jaminan ini, merupakan hasil evaluasi terkait antisipasi terjadinya praktik jual-beli peserta yang akan mewakili negara tertentu.

Dalam pelaksanaannya pun,  enam negara dipastikan terlibat sebagai juri yakni Iran, Saudi Arabia, Prancis, Uni Emirat Arab, Yordania dan Indonesia. “Ini surat kita resmi dari Indonesia, untuk meminta peserta mengikuti even ini. Jadi, kita jamin keabsahannya,” tegasnya.

Meski demikian, jika nantinya ditemukan ada praktik jual beli peserta, maka akan dikenakan sanksi tegas berupa diskualifikasi.  “Tapi sekali lagi, negara peserta tidak mungkin mengirimkan peserta yang bukan dari negara asalnya. Ini sebuah prestise,” sebutnya.

Terkait siapa yang akan menjadi wakil Indonesia, Sumsel telah mengajukan permohonan ke Kementerian Agama (Kemenag), agar qari dan qariah Sumsel, yang diharapkan maju dan mewakili Indonesia. Sedangkan untuk kekurangan-kekurangan lain, lanjut Najib, pihaknya terus melakukan evaluasi termasuk, permasalahan teknologi informasi (TI) yang mendukung even akbar tersebut. “Termasuk bagaimana pengaturan jadwal hakim, akreditasi peserta, dengan input data. Tapi secara umum, persiapan kita kian matang,” ujarnya.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin, sebelumnya mengakui jika persiapan telah mencapai 50 persen. Sedangkan kepanitian sendiri, masih mempunyai cukup waktu untuk persiapan.  Selain itu, kegiatan yang rencananya diikuti oleh 53 negara ini, akan dikemas berbeda dengan MTQ Internasional sebelumnya yang pernah diadakan. Acara ini akan dipusatkan di Palembang Sport and Convension Center (PSCC).

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster