ESP Sebut Husin Preman

 319 total views,  2 views today

Eddy Santana Putra ( Ketua PDIP Sumsel )

Eddy Santana Putra ( Ketua PDIP Sumsel )

PALEMBANG – Ketua tim pemenangan pasangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) Sumsel yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel, Eddy Santana Putra (ESP) menyebut Abdullah Husin adalah preman dan bukan kader PDI Perjuangan maupun bagian dari tim pemenangan Jokowi-JK.

“Orang itu itu tidak tergabung, dalam tim kami. Mengenai pengeroyokan atas dirinya, saya tegaskan lagi itu semua fitnah. Dia itu preman, kerjaannya memeras dan sekarang ingin menjadikan kami sebagai korbannya,” kata mantan Wali Kota Palembang dua periode ini, Kamis (3/7).

Harusnya  kata ESP, yang merasa terancam bukanlah Husin, melainkan pihaknya.  Lantaran pria berusia 55 tahun tersebut, telah membuat pernyataan yang tidak sesuai fakta. Dimana sebut ESP, ia  bersama Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumsel, M Aliandra Gantada beserta para kader partai berlambang moncong putih itu, telah difitnah melakukan aksi pengeroyokan terhadap Husin di DPD PDI Perjuangan Sumsel, Jalan Basuki Rahmat, Palembang. “Silahkan dia bilang mau sembunyi, itu semua hanya rekayasa. Kami tidak percaya hal itu, karena sebenarnya kamilah yang terancam,” tambah ESP.

Sementara itu, keberadaan Abdullah Husin sendiri kini tidak bisa diketahui. Dengan alasan keselamatan dan keamanan, menurut isu yang berkembang ia disembunyikan disuatu tempat, yang hanya diketahui kerabatnya saja.

Kuasa hukum Abdulah Husin,  Wisnu Oemar yang dibincangi, kemarin menyebut  langkah pengamanan terhadap kliennya dilakukan karena dikuatirkan kliennya, mendapat intimidasi dari pihak terlapor yakni ESP.

Kliennya sebut Wisnu, harusnya menjalani rawap inap di rumah sakit. Namun karena pertimbangan keamanan, kliennyna hanya menjalani rawat jalan dan disembunyikan.  “Harusnya klien saya itu rawat inap, tetapi karena takut ada yang mengintimidasi, kami sembunyikan. Husin juga tidak tinggal di rumahnya saat ini,” tukasnya.

Sebagai informasi sebelumnya, Abdullah Husin didampingi kuasa hukumnya, M Wisnu Oemar, melaporkan Eddy ke Mapolda Sumsel dengan bukti lapor LPB/545/VI/2014/SPKT. Husin melaporkan Eddy dengan tudingan melakukan penganiayaan.

Penganiayaan itu sebut Husin dilakukan Eddy bersama sejumlah pengurus PDI Perjuangan Sumsel lainnnya, di kantor DPD PDI P Sumsel, saat ia hendak menagih uang untuk membayar biaya transport untuk mobilisasi massa dalam kampanye Jokowi di Palembang, kamis (26/6) lalu.

 

TEKS              : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster