BPOM Sidak di Pasar Beduk Ogan Ilir

 423 total views,  2 views today

Petugas BB POM PAlembang dan Petugas Dinkes OI saat melakukan sidak dan membeli makanan untuk diuji di laboratoruim.

Petugas BB POM PAlembang dan Petugas Dinkes OI saat melakukan sidak dan membeli makanan untuk diuji di laboratoruim. | Dok KS

INDERALAYA – Masyarakat Kabupaten Ogan Ilir (OI), dalam memburu makanan untuk berbuka puasa yang dijajakan di Pasar Beduk maupun pasar dadakan lainnya harus ekstra hati-hati. Pasalnya, sebagain makanan yang dijajakan di pasar tersebut sebagian makanan positif mengandung formalin. Ini terlihat dari adanya hasil uji laboratorium yang dilakukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM), Palembang bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), Ogan Ilir, dalam Inspeksi Mendadak (Sidak), yang dilakukan di Pasar beduk, Persada, Kamis (3/7).

Dari 19 sample makanan yang diuji, terdapat 8 makanan positif mengandung formalin. Makanan tersebut yakni Rujak Mie, Pempek Tahu, Tahu dan lain-lain.

Pantauan Kabar Sumatera di lapangan, sidak tersebut dipimpin Gustini dari BBPOM bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Pemkab OI yang dipimpin Kabid Farmakmin Edi Rahman mengunjungi Pasar Beduk di Perumahan Persada, Indralaya, lengkap dengan membawa kendaraan laboratoriumnya.

Petugas menyisir satu persatu pedagang dan membeli sample untuk dilakukan uji laboratorium untuk kandungan zat yang ada didalam makanan tersebut.

Ada 19 makanan yang dijadikan sample untuk diuji. Hasilnya, 8 makanan menganduk formalin. Setelah dinyatakan positif mengandung formalin, petugas gabungan langsung melakukan penyitaan terhadap makanan tersebut dan dibawa ke BB POM Palembang, dan selanjutnya akan dimusnahkan.

“Dari 19 sampel yang kita ambil, delapan sampelnya positif mengandung bahan bahaya seperti formalin, makanan tersebut terdiri dari Mie kiloan dalam makanan rujak mie, Pempek tahu,” ujar Kepala Balai Besar POM,  Palembang Dra Indriaty Tubagus Apt Mkes, melalui Tim Sidak, Gustini.

Menurutnya, kasus makanan dan minuman yang mengandung bahan berbahaya bagi manusia ini, sudah sering dilakukan tiap tahunnya oleh petugas BBPOM, namun sepertinya belum menunjukkan hasil  yang positif.

Untuk itu, sambungnya, langkah yang harus diambil sehingga ada efek jera, para konsumen untuk tidak membeli makanan dan minuman yang berbahaya itu dari pedagang tersebut.

“Sebaiknya tidak dibeli, sehingga pedagang itu  tidak laku. Ada efek jera untuk tidak menjual manakan dan minuman berbahaya. Kami memberikan penyuluhan dan brosur tentang bahan berbahaya yang dilarang dalam makanan,” tuturnya.

Iapun berharap kepada masyarakat dan pedagang agar berhati-hati menjual dan membeli makanan, jangan sampai mengandung zat yang berbahaya.

“Ini bisa menyebakan kanker dan penyakit berbahaya lainnya. Efeknya memang tidak sekarang, tapi nanti,” ujarnya.

Salah satu pedgang yang makanannya disita mengaku ikhlas jika beberapa bungkus rujak mie dagangnnya diambil untuk dimusnahkan oleh BPPOM Palembang.

“Wah, saya tidak tau Mas, saya kira mienya tidak bahaya, ya cari rejeki lain saja, lain kali berhati-hati kalau berjualan rujak mie,” ujarnya enggan disembutkan nama.

 

TEKS    : JUNAEDI ABDILLAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster