Bangun Jaringan Listrik di TAA, PLN Investasikan Rp 10 M

 265 total views,  2 views today

Beberapa Petugas Sedang Melakukan Pengecekan Instalasi Listrik | Foto : Dok KS

Beberapa Petugas Sedang Melakukan Pengecekan Instalasi Listrik | Foto : Dok KS

PALEMBANG – Guna memperkuat sistem jaringan kelistrikan di kawasan Tanjung Api-Api (TAA), PT PLN Wilayah Sumsel, Jambi, dan Bengkulu (WS2JB), harus mengucurkan investasi senilai Rp 10 miliar, untuk membangun tiang tegangan menengah sepanjang 68 kilometer di kawasan tersebut.

General Manager (GM) PT PLN WS2JB, Paranai Suhasfan mengatakan, jalur tersebut untuk mendukung suplai listrik sebesar 60 MW, yang sudah dibangun di kawasan TAA. Namun, untuk kepastian lokasi, masih belum mencapai final lantaran masih harus dilakukan koordinasi terlebih dahulu.

“Ini juga untuk mendukung perekonomian Sumsel jadi, listrik yang ada harus lebih baik lagi sehingga kami akan segera menentukan jalur mana saja yang bisa digunakan untuk membangunan jaringan tersebut,” terang Paranai kepada wartawan di Griya Agung, Kamis (3/7).

Namun, ia memastikan, jaringan tersebut bukanlah berada di wilayah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) TAA. Namun, tidak menutup kemungkinan juga pihaknya akan mensupport kawasan itu karena memang modal daya sebesar 60 MW memang tergolong besar untuk sistem kelistrikan disana.

“Tak hanya mengandalkan listrik dari kita juga, tadi gubernur juga mengatakan disana KEK bisa ada pembangkit tersendiri.  Jadi tak hanya mengandalkan sistem existing, sekarang ini,” cetus Paranai seraya menyebut PLN belum melakukan perhitungan berapa daya yang dibutuhkan untuk mensupport kawasan itu.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin menambahkan, jaringan tersebut untuk mensuplai listrik di TAA. Namun, ia meminta PT PLN harus melakukan koordinasi dengan Dinas PU Bina Marga (BM), karena ada jalur milik jalan yang terkena. “Rencananya didalam itu tetapi kita minta diluar itu jadi jika jalan diperlebar tak harus digeser lagi,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan PT PLN untuk tidak lagi melakukan pemadaman yang panjang, karena nanti Sumsel akan menghadapi berbagai event internasional. “Saya meminta tak boleh ada lagi, karena Sumsel memang sangat penting,” tukasnya.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster