Titik Kemacetan Bertambah, Dishub Siagakan Tiga Posko

 257 total views,  2 views today

Ilustrasi Jalan Macet | Bagus Park

Ilustrasi Jalan Macet | Foto : Bagus Park

PALEMBANG – Sejumlah proyek infrastruktur di Kota Palembang yang belum selesai, seperti underpass Simpang Patal dan fly over Simpang Jakabaring, berpotensi menyebabkan titik kecametan saat arus mudik dan balik lebaran tahun ini, mengalami peningkatan.

Kepala Bidang (Kabid) Transportasi Jalan dan Rel, Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang, Agus Suprianto membenarkan itu. Menurutnya, dalam arus mudik dan balik tahun ini, titik kemacetan di Palembang akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Beberapa titik kemacetan diantaranya kata Agus, terjadi di depan kantor pos Jalan Merdeka, Jalan Jend Sudirman, Bundaran air mancur (BAM), depan Pasar KM 5, Fly Over Jakabaring dan Underpas Simpang Patal.

Menurutnya, hal itu disebabkan belum selesainya proyek underpass proyek fly over. “Yang pasti titik kemacetan akan mengalami peningkatan,  masyarakat juga sudah maklum karena banyak pembangunan di Palembang,” jelasnya, Rabu (2/7).

Sementara itu Kepala Dishub Palembang, Masripin Toyib menerangkan, Dishub menyiapkan tiga posko utama untuk angkutan mudik lebaran. Tiga posko tersebut berada di Terminal Karya Jaya, Alang-Alang Lebar (AAL) dan Terminal Plaju.

“Posko ini, selain memantau angkutan lebaran juga dijadikan posko kesehatan dan posko pengamanan. Kami bekerjasama dengan Dishub Sumsel, Polresta Palembang dan Polda Sumsel,” kata Masripin.

Masripin menyebutkan, di Palembang terdapat dua terminal tipe A yakni, Terminal Karya Jaya dan AAL, yang dipakai untuk arus mudik. Selain itu katanya, Palembang juga memiliki tujuh terminal dalam kota seperti, Terminal Lemabang, Sako, 7 Ulu, Tangga Buntung, Jakabaring dan Ampera.

Untuk menunjang sarana dan prasarana posko itu,  Dishub menyiapkan 26 unit  sepeda motor, mobil derek, mobil patroli dan kendaraan operasional lainnya. “Totalnya ada 75 unit kendaraan operasional yang kita turunkan, ditambah perlengkapan lain seperti Handy Talky (HT) dan senjata api (senpi),” terangnya.

Dalam arus mudik tersebut terangnya, pergerakan penumpang dalam waktu bersamaan sangat tinggi. Sehingga terjadi permintaan armada angkutan darat, dan menimbulkan permasalahan ketertiban masyarakat.

Oleh karena itu, seluruh instansi terkait fokus untuk menghadapi arus mudik dan balik. Menurutnya, moda angkutan darat baik jalan, ASDP dan udara sudah siap semenjak H-7 sampai H+7 atau 20 Juli sampai 5 Agustus 2014.

Sedangkan angkutan kereta api (KA), sudah siap H-10 sampai H+10 atau 17 Juli sampai 8 Agustus.  Untuk moda angkutan laut mulai H-15 sampai H+15 atau 12 Juli sampai 13 Agustus 2014.

“Kalau perkiraan kami untuk puncak angkutan lebaran untuk angkutan jalan, kereta api, dan penyebrangan H-3 dan H+3 lebaran. Sedangkan pesawat udara H-5 dan H+2 lebaran,” bebernya.

Masripin mengaku, berdasarkan data pihaknya, armada bus AKAP ada 100 unit dengan daya tampung penumpang sebanyak 4.500 set. Bus AKDP ada 430 bus dengan jumlah kursi 12.900 set.  Bus kota ada 102 unit dari 15 PO yang ada atau sebanyak 3.060 set. Dan angkot ada 1.798 unit dengan jumlah kursi 14.384 set. “Mengenai penambahan armada khususnya AKAP,  kami akan koordinasi dengan provinsi,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster