Sering Dicampur Zat Berbahaya, Hindari Mie dan Tahu

 276 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Tingkat konsumsi masyarakat di bulan Ramadhan, mengalami peningkatan. Sejumlah makanan dan minuman pun, banyak dijual oleh pedagang di sejumlah pasar bedug. Karenanya Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang, menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membeli makanan dan minuman.

Kepala BBPOM Palembang, Indriarty meminta masyarakat sebaiknya menghindari makanan yang mengandung mie dan tahu. Sebab kata Indriarty, kedua makanan tersebut sering didapatkan mengandung zat kimia berbahaya.

“Apalagi, belum lama ini kami mendapatkan tahu yang mengandung formalin dalam jumlah besar. Kami takutkan, tahu berbahaya itu masih beredar di pasaran,” kata Indriarty yang dibincangi saat melakuan pemeriksaan sample makanan dan minuman di Pasar Bedug, Jalan Ratna, Palembang, Rabu (2/7).

Ia menyebut, biasanya makanan dan minuman yang sering dicampur bahan pengawet dan pewarna makanan adalah tahu, empek-empek, dan makanan yang mengandung mie serta makanan-makanan lainnya.

Untuk mengantisipasi beredarnya makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya di sejumlah pasar bedug di Palembang, BPPOM sebutnya, akan menguji makanan dan minuman yang di jual pedagang di pasar musiman tersebut. “Semua pasar bedug, akan dilakukan pengujian. Sehingga masyarakat aman mengkonsumsi hidangan berbuka puasa,” sebutnya.

Menurut Indriarty, banyak dampak negatif apabila makanan mengandung zat berbahaya di konsumsi oleh tubuh manusia, diantaranya kanker dan penyakit lain sebagainya. Namun untuk memastikan makanan dan minuman tersebut mengandung zat kimia berbahaya atau tidak, dibutuhkan pengujian labortorium.

“Dari uji labortorium itulah, bisa diketahui apakah makanan dan minuman yang dijual pedagang seperti rujak mie, es dawet dan beberapa makanan dan minuman lainnya, mengandung zat berbahaya atau tidak,” jelasnya.

Ia menyebut, apabila ada pedagang yang kedapatan menjual makanan mengandung zat berbahaya, maka BPPIM akan segera menertibkan, dan mengamankan makanan tersebut. Makanan dan minuman yang berbahaya itu, kemudian akan dimusnahkan.  “Pedagang yang menjualnya, akan kita berikan sanksi dengan teguran dan lainnya,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster