Dituding Ikut Bakar Fasilitas PT Gading Jaya, Tiga Warga Kayulabu Diamankan

 1,028 total views,  2 views today

 

Kantor dan perumahan karyawan PT Sampoerna nampak hancur  di bakar massa. | Foto : Doni Afriansyah

Kantor dan perumahan karyawan PT Sampoerna nampak hancur di bakar massa. | Foto : Doni Afriansyah

KAYUAGUNG – Pasca aksi pengerusakan yang disertai pembakaran kantor, mess karyawan dan beberapa kendaraan operasional milik PT Gading Jaya, Kepolisian Resort (Polres) Ogan Komering Ilir (OKI), mengamankan tiga orang warga Desa Kayulabu, Kecamatan Pedamaran Timur, yang diduga ikut dalam aksi anarkis tersebut.

Ketiganya yakni Depka (25), Jony (26) dan Guruh Saputra (17).  Namun ketiga warga ini, saat dibincangi di Mapolres OKI, Rabu (2/7), membantah ikut dalam aksi pengerusakan dan pembakaran aset milik perusahaan kepala sawit tersebut.

“Sore itu aku lagi duduk-duduk di depan rumah, tiba-tiba banyak warga yang berlarian sambil berteriak demo ke PT (Gading Jaya). Jadi aku kesana, hanya melihat. Sampai disana, aku lihat sudah terbakar semua,” aku Depka, salah satu warga yang diamankan.

Sedangkan menurut pengakuan Guruh Saputra, ia sama sekali tidak berada di lokasi kejadian saat warga ramai mendatangi PT Gading Jaya. “Aku lagi di rumah kak waktu itu, sama sekali tidak tahu apa kejadiannya. Tetapi tiba-tiba semalam polisi nangkap aku, aku juga sempat heran kenapa polisi datang ini,”  kata Guruh sembari mengatakan, ia yang pertama kali ditangkap anggota Buser Polres OKI di kediamannya, Rabu (2/7) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Kepala Polres OKI, AKBP Erwin Rachmat melalui Kanit Pidum, Ipda Irwan Sidik membenarkan pihaknya telah mengamankan tiga warga yang diduga ikut serta dalam aksi pengerusakan dan pembakaran kantor dan mess PT Gading Jaya.

“Dari keterangan tiga warga ini, aksi pengerusakan dan pembakaran itu dilakukan lebih dari 100 orang. Hanya saja mereka tidak tahu siapa yang menjadi provokator dalam aksi pembakaran tersebut,” terang Sidik.

Mengenai dalang kasus penembakan terhadap korban Efran sendiri, Sidik mengaku pihaknya hanya memproses kasus sesuai laporan dari PT Sampoerna Agro Grup, yakni kasus pencurian kelapa sawit dan kasus pengerusakan disertai dengan pembakaran.

“Tiga warga yang kita amankan diduga ikut dalam aksi pengerusakan dan pembakaran, sementara untuk kasus pencurian kelapa sawit kita akan memproses Efran sebagai tersangka, yang juga korban penembakan,” jelas Sidik.

Seperti diberitakan sebelumnya, tidak terima salah satu warganya ditembak oleh petugas keamanan, warga Desa Kayulabu, Kecamatan Padamaran Timur, Kabupaten Ogan komering Ilir (OKI), Minggu (30/6) sore membakar kantor dan rumah karyawan serta dua unit mobil milik perusahaan PT Gading Jaya (Sampoerna Agro). Guna mengamankan situasi, polisi telah menerjunkan personil Brimob di lapangan.

Warga yang mengalami luka tembak di bagian perut yakni Efran (20), warga Desa Menang Raya, Kecamatan Pedamaran OKI. Saat ini korban masih terbaring di RSUD Kayuagung dan akan dirujuk ke RS Bhayangkara Palembang untuk mengeluarkan proyektil yang masih bersarang di perutnya, akibat tembakan oknum pengamanan perusahaan.

Korban Efran, saat ditemui di RSUD Kayuagung mengaku kalau dirinya bukan pelaku pencuri sawit. “Saya berada di areal kebun sawit Gading Jaya bersama rekan saya Zainal dan Dimas menggunakan sepeda motor. Kami bermaksud hendak mencari ikan, tetapi tiba-tba datang sekurity perusahaan menggunakan mobil ekstrada hitam langsung menembaki kami, setelah saya tertembak di perut saya tetap berusaha kabur menyelamatkan diri ke Kayulabu,” ujar Efran.

Saat itulah, kata dia, masyarakat marah karena melihat dirinya ditembak oleh orang perusahaan, hingga melakukan tindakan anarkis di areal perusahaan. “Setelah itu saya tidak tahu lagi apa yang terjadi karena saya langsung dibawa ke rumah sakit, pelaku yang menembak tidak begitu jelas pak. Yang saya tahu waktu itu pihak keamanan perusahaan mengejar kami pakai mobil Estrada hitam, tanpa banyak tanya mereka langsung menembak saya,” ujarnya.

Manajemen PT Sampoerna Agro Kebun Gading Jaya, Andrian Indra Putra, saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa akibat pembakaran asset perusahaan itu, perusahaan tentu mengalami kerugian miliaran rupiah.  “Lebih dari Rp 2 miliar kerugian yang kita alami, karena yang dibakar tiga rumah karyawan, kantor, satu unit mobil Estrada dan satu unit mobil Pajero Sport dan 1 unit truk. Kami berharap polisi segera mengungkap provokator pembakaran asset perusahaan tersebut,” bebernya.

Sedangkan Dandim 0402/OKI, Letkol Inf M Arif Suryandaru melalui Pasi Intel, Lettu Hatta mengatakan, kini pihaknya telah melakukan pengamanan di lokasi kejadian untuk mengantisipasi kejadian susulan maupun serang-serangan yang tidak diinginkan.  “Saat ini situasi kondusif, aktifitas perusahaan tetap berjalan,” tukasnya.

 

TEKS              : DONI AFRIANSYAH

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster