DEX Berminat Investasi di TAA

 211 total views,  2 views today

Ilustrasi Pelabuhan Tanjung Api-Api

Pelabuhan Tanjung Api-Api

PALEMBANG – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA),  kini mulai diminati kalangan investor. Salah satunya, PT DEX Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang rig industri perminyakan itu, berencana membangun pabrikasi industri tersebut di lahan seluas 78 hektar di Desa Telok Payo, Kabupaten Banyuasin.

“Ini semacam industri perminyakan. Kami berminat membangun pabrik disana, karena KEK TAA, akan menjadi kawasan investasi yang baik kedepannya,”  kata Direktur Utama PT DEX Indonesia,  Putra, Rabu (2/7).

Ia menyebut, Sumsel merupakan provinsi di Indonesia yang kaya akan potensi minyak dan gas (migas). Sehingga pilihan PT DEX membangun pabrik di kawasan TAA dinilai tepat. Apalagi sebutnya, untuk pabrikasi industri ini hanya ada tiga di Indonesia yang semuanya berada di Pulau Jawa. “Kita disini akan melakukan barikasi, revariasi, dan menyediakan logistic untuk pengeboran minyak di sektor darat,” jelasnya.

Namun, ia mengakui masih banyak hal yang harus dipikirkan pihaknya untuk mewujudkan hal tersebut. Hal itu menyangkut aturan yang diterapkan oleh pemerintah. “Ini baru tahap awal dan akan dibahas lebih lanjut lagi,” ungkap Putra.

Sementara itu, Sekda Sumsel, H Mukti Sulaiman mengatakan, PT DEX merupakan perusahaan industri berat,  yang berminat membangun di kawasan TAA. Permintaan tersebut akan ditinjau terlebih dahulu oleh pemprov, sebelum pembangunan benar-benar dilakukan.

“Kita juga belum tahu persis lokasi itu, apakah berada didalam atau diluar KEK atau berada di areal kehutanan, yang sudah ada izin. Jadi akan dipelahari terlebih dahulu,” kata Mukti yang juga meminta persyaratan lain seperti Amdal harus dilakukan dengan sesegera mungkin.

Untuk itu maslaah teknisnya terang dia, akan dilanjutkan ke SKPD terkait seperti Bappeda, Dinas Kehutanan dan lainnya. Setelah itu semua dibereskan, izin baru bisa dikeluarkan oleh pemprov.

“Yang jelas pemprov, benar-benar sangat mendukung karena ini merupakan perusahaan besar. Selain itu juga, untuk pengeboran migas menggunakan rig. Selama ini kita selalu mendatangkan peralatan dari Batam dan Cilegon, sekarang kita coba buat sendiri,” terangnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengaku optimis pengembangan TAA menjadi KEK akan mendapatkan dukungan pusat. Pasalnya lanjut Alex, TAA memiliki kawasan strategis, untuk dikembangkan sebagai kawasan pelabuhan yang terintegrasi dengan industri sekitarnya.

Dikatakannya,  TAA juga sudah banyak dilirik oleh perusahaan asing dan domestik khususnya sebagai jangkar dari industri petrokimia terbesar di Indonesia. Dengan dibukanya kawasan ini menjadi kawasan ekonomi khusus, akan terbuka pula lapangan kerja baru, baik di sektor formal maupun informal.

 

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster