Buah Kurma “Primadona” Ramadhan

3 total views, 3 views today

Salah satu penjual kurma di pasar 16 ilir, Palembang, Rabu (2/7). di bulan ramadhan, buah kurma dicari warga untuk santapan utama berbuka puasa. | Foto : IWAN CHERISTIAN

Salah satu penjual kurma di pasar 16 ilir, Palembang, Rabu (2/7). di bulan ramadhan, buah kurma dicari warga untuk santapan utama berbuka puasa. | Foto : IWAN CHERISTIAN

PALEMBANG – Sejumlah pedagang buah kurma di Pasar 16 Ilir Palembang,  sejak awal bulan ramadhan sepertinya dapat tersenyum manis. Pasalnya, dagangan kurma yang dijajakan kepada pembeli mendapatkan sambutan positif, sehingga dipastikan omzet penjualannya meningkat.

Seperti, Edi, pedagang kurma di Pasar 16 Ilir mengatakan, pada bulan ramadhan ini untuk penjualan kurma mengalami peningkatan. Dengan tingginya minat konsumen pada buah kurma maka berimbas pada penghasilan yang juga meingkat.

“Penjualannya lumayan tinggi. Dalam sehari paling tidak, buah kurma yang dapat terjual mampu mencapai 60 kg, dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp 35.000- Rp 100.000 per kg. Selama ramadhan saya satu buan bisa menjual  kurma mencapai sekitar 1.800 kg, bahkan lebih,” ungkap Edi kepada Harian Umum Kabar Sumatera, Selasa (1/7).

Peningkatan permintaan pembeli ini, diakui Edi seperti juga bulan sebelumnya. Namun pada bulan ini mengalami peningkatan yang lebih dari sebelumnya. “Itu seperti yang terjadi bulan lalu. Dan sepertinya di bulan ini, antusias pembeli buah kurma juga tetap tinggi. Terbukti, selama seminggu saya berjualan, omzet yang didapat cukup lumayan, padahal bulan puasa baru masuk dua hari,” jelasnya.

Senada, itu, Fatma, salah satu pedagang kurma lainnya, mengungkapkan, tingginya antusias konsumen pada buah kurma, tak sedikit jumlah pedagang yang sebelumnya tidak menjual kurma sama sekali di kiosnya, kini menjajakannya sebagai salah satu barang dagangan yang diandalkan. “Kurma di bulan puasa memang laku, makanya saya jual saja sembari menjajakan dagangan saya yang lainnya,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Anita, yang ditemui seusai membeli kurma, mengatakan, baginya berbuka puasa tanpa ada buah kurna serasa ada yang kurang. “Karenanya, saya selalau membeli buah kurma di bulan Ramadhan untuk berbuka. Makanya, biarpun sedikit, paling tidak tetap ada,” ujarnya.
TEKS : AMINUDDIN

EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com